ISTIFHA, A. SASKIA NUR (2026) Pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) asal biji dengan aplikasi perendaman dan pemotongan bibit = Growth and production of shallot (allium ascalonicum l.) derived from true seed through soaking application and seed cutting applications. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011221166-6Iu9JHYefSMwthl0-20260414195043.jpeg
Download (361kB)
G011221166-1-2.pdf
Download (698kB)
G011221166-dp.pdf
Download (470kB)
G011221166-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 April 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penggunaan benih bawang merah asal biji yang berkualitas melalui perendaman dengan zat pengatur tumbuh serta pemotongan bibit merupakan alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, serta kualitas hasil umbi secara lebih optimal dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pertumbuhan dan produksi bawang merah terhadap aplikasi perendaman dan pemotongan bibit asal biji. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Agustus-Desember 2025. Penelitian disusun dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu perendaman terdiri atas: s0 = tanpa perendaman, s1 = GA3, s2 = kelor, dan s3 = air kelapa. Faktor kedua yaitu pemotongan bibit terdiri dari: k0 = tanpa pemotongan, k1 = pemotongan ¼, dan k2 = pemotongan ½. Interaksi antara perendaman dan pemotongan bibit berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 60 hst, bobot tajuk segar, dan grading umbi sedang. Perendaman air kelapa memberikan pengaruh pada parameter umur pulih, tinggi tanaman 20 hst, tinggi tanaman 40 hst, jumlah daun 60 hst, produksi, dan jumlah umbi. Perendaman kelor memberikan pengaruh pada bobot umbi segar, bobot umbi kering, kadar air umbi, grading umbi besar, dan susut umbi. Sedangkan, tanpa perendaman menghasilkan grading umbi mini tertinggi. Pemotongan ¼ memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman 20 hst, jumlah daun 40 hst, bobot umbi segar, bobot umbi kering, susut umbi dan diameter umbi. Tanpa pemotongan memberikan pengaruh pada grading umbi besar, umur pulih, tinggi tanaman 40 hst dan jumlah daun 20 hst. Interaksi antara perendaman air kelapa dengan pemotongan ¼ memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman 60 hst (42,69 cm). Perendaman air kelapa memberikan pengaruh terbaik pada parameter umur pulih (6,89 hari), tinggi tanaman 20 hst (30,83 cm), tinggi tanaman 40 hst (42,23 cm), jumlah daun 60 hst (9,08 helai), produksi (5,19 t), dan jumlah umbi (2,43). Pemotongan ¼ bibit menghasilkan hasil terbaik pada tinggi tanaman 20 hst (30,52 cm), jumlah daun 40 hst (8,57 helai), bobot umbi segar (18,47 g), bobot umbi kering (16,54 g), susut umbi (17,50%), dan diameter umbi (29,85 mm).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bawang merah, pemotongan bibit, perendaman |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 06:55 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 06:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56467 |
