DJOEDDAWI, ANDI ODDANG (2026) STRATEGI OPTIMALISASI JOINT ENFORCEMENT DALAM PENGAWASAN NARKOBA (Studi Kasus Manajemen Koordinasi pada Kanwil Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan) = JOINT ENFORCEMENT OPTIMIZATION STRATEGY FOR DRUG CONTROL (Case Study of Coordination Management at the South Sulawesi Regional Office of Customs and Excise). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
A012242004-cW56B4z1oDHPu3wE-20260306091556.jpg
Download (340kB)
A012242004-1-2.pdf
Download (333kB)
A012242004-dp.pdf
Download (169kB)
A012242004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2028.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
ANDI ODDANG DJOEDDAWI, STRATEGI OPTIMALISASI JOINT ENFORCEMENT DALAM PENGAWASAN NARKOBA (Studi Kasus Manajemen Koordinasi pada Kanwil Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan) (dibimbing oleh Mahlia Muis) Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi joint enforcement dalam pengawasan narkoba di wilayah Sulawesi Bagian Selatan, dengan fokus pada kolaborasi antara Bea Cukai, BNN, POLDA, dan BBPOM. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi, sebagaimana dijelaskan dalam struktur metodologi tesis . Penelitian menelaah bentuk kerja sama yang berjalan, faktor pendorong dan penghambat sinergi, hingga strategi optimalisasi koordinasi lintas lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa joint enforcement telah berjalan melalui berbagai aktivitas seperti joint operation, controlled delivery, pertukaran intelijen, dan operasi gabungan di bandara, pelabuhan, serta barang kiriman. Namun, mekanisme koordinasi masih bersifat semi-formal dan sangat bergantung pada komunikasi personal seperti WhatsApp Group dan jaringan informal petugas lapangan. Perbedaan SOP ditingkat daerah, ego sektoral, minimnya integrasi data, dan keterbatasan teknologi menjadi hambatan utama yang mempengaruhi efektivitas kolaborasi lintas instansi. Meskipun MoU dan SOP nasional telah tersedia, implementasi teknis di daerah belum seragam dan belum menurunkan pedoman operasional yang terintegrasi. Di sisi lain, faktor pendorong sinergi mencakup kesamaan ancaman, komplementaritas kewenangan, kebutuhan terhadap validasi laboratorium, serta kekuatan intelijen di BNN dan POLDA yang saling melengkapi dengan fungsi pengawasan Bea Cukai dan BBPOM. Penelitian ini merekomendasikan strategi optimalisasi yang meliputi pembentukan Joint Command Center, penyusunan SOP terpadu lintas-instansi, integrasi platform data intelijen secara real-time, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan digitalisasi pengawasan. Strategi ini bertujuan menciptakan sistem kolaboratif yang lebih terstruktur, terstandar, dan berkelanjutan, sehingga efektivitas pengawasan narkoba dapat meningkat secara signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan joint enforcement tidak hanya memerlukan kerja sama operasional, tetapi juga dukungan manajemen strategis dan tata kelola kolaborasi yang kuat di tingkat daerah. Kata kunci: Bea dan Cukai, Penegakan Hukum Bersama, Koordinasi Lintas Lembaga, Narkoba.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bea dan Cukai, Penegakan Hukum Bersama, Koordinasi Lintas Lembaga, Narkoba. |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ekonomi > Manajemen |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:30 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56445 |
