SAPUTRI, ANDI SILFA NILAM (2026) TRANSFORMASI LIMBAH SAGU DAN AMPAS KOPI MENJADI PELET BIOCHAR YANG DIFORTIFIKASI UNSUR HARA FOSFOR (P) SERTA PEMANFAATANNYA PADA TANAMAN SAWI PUTIH (BRASSICA PEKINENSIA L) = TRANSFORMATION OF SAGO WASTE AND COFFEE DESSERTS INTO BIOCHAR PELLETS FORTIFIED WITH PHOSPHORUS (P) AND ITS UTILIZATION IN CHICKEN MUSTARD (BRASSICA PEKINENSIA L). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G051221014-KRgEtGQNWUMic7LI-20260313094539.jpeg
Download (54kB)
G051221014-1-2.pdf
Download (1MB)
G051221014-dp.pdf
Download (936kB)
G051221014-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Tanaman sagu dan kopi banyak ditemukan serta dikonsumsi secara luas di Indonesia. Peningkatan konsumsi tersebut menyebabkan bertambahnya limbah sagu dan ampas kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini berpotensi dijadikan bahan baku pelet biochar karena bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan. Menganalisis pengaruh pemberian pelet biochar dari limbah sagu dan ampas kopi yang difortifikasi unsur hara fosfor (P) terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan tanaman sawi. Metode. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu biochar ampas sagu kopi yang terdiri atas tiga perlakuan: tanpa fortifikasi (kontrol), SCP1 dengan fortifikasi fosfor 0,69 g/polybag, dan SCP2 dengan fortifikasi fosfor 1,38 g/polybag. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 9 percobaan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan SCP2 merupakan hasil terbaik dengan meningkatnya sifat kimia di dalam tanah dan hasil analisis pelet dengan pH pelet 5,72 dan pertumbuhan tinggi tanaman mencapai 10,43 cm pada minggu ke-5. Meskipun kadar P-total pelet tergolong rendah 0,82. Kesimpulan. Pemberian pelet biochar dari limbah sagu dan ampas kopi berpengaruh terhadap perbaikan sifat fisik tanah pada tanaman sawi karena biochar memiliki struktur berpori dan luas permukaan yang tinggi sehingga mampu meningkatkan aerasi dan agregasi tanah. Selain itu, pelet biochar yang difortifikasi fosfor (P) juga berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat kimia tanah, yaitu meningkatkan pH tanah, C-organik, KTK, dan P-tersedia. Dosis terbaik diperoleh pada 1,38 g SP-36/polybag atau setara 100 kg ha⁻¹, yang meningkatkan pH tanah dari 5,22 menjadi 6,84, C-organik dari 0,54% menjadi 2,39%, KTK dari 13,57 menjadi 21,73 cmol kg⁻¹, serta P-tersedia dari 7,03 menjadi 13,46 ppm, sehingga efektif sebagai pembenah tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman sawi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Biochar; Limbah Sagu; Ampas Kopi; Fosfor (P); Kesuburan Tanah; Unsur Hara; Pertumbuhan Tanaman |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:28 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56442 |
