Analisis Kualitas Tanah pada Lahan Sawah di Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng = Analysis of soil quality in paddy fields in Marioriwawo District, Soppeng Regency.


AS SIDDIQ, MUHAMMAD FAJAR (2026) Analisis Kualitas Tanah pada Lahan Sawah di Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng = Analysis of soil quality in paddy fields in Marioriwawo District, Soppeng Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
G011201132-rlnRh83kpmGAsLBq-20260413175859.jpeg

Download (354kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011201132-1-2.pdf

Download (438kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011201132-dp.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G011201132-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kualitas tanah merupakan faktor kunci dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sistem pertanian, khususnya pada lahan sawah yang dikelola secara intensif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas tanah pada lahan sawah irigasi dan non irigasi di Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, melalui analisis sifat fisik dan kimia tanah serta penentuan indeks kualitas tanah (IKT). Metode. Penelitian dilaksanakan dengan metode kuantitatif melalui pengambilan sampel tanah pada delapan titik pengamatan yang terdiri atas empat titik sawah irigasi dan empat titik sawah non irigasi pada kedalaman 0–30 cm. Parameter yang dianalisis meliputi tekstur, berat isi, porositas, pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, dan K-tertukar. Penilaian indeks kualitas tanah dilakukan menggunakan metode Mausbach dan Seybold (1998) yang dimodifikasi oleh Partoyo (2005). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah sawah di lokasi penelitian didominasi oleh tekstur liat dengan nilai berat isi berkisar antara 1,13–1,68 g cm⁻³ dan porositas 21,86–44,33%. Secara kimia, pH tanah umumnya berada pada kriteria netral, kandungan C-organik serta N-total tergolong sedang hingga tinggi, P-tersedia berada pada kriteria sedang hingga tinggi, sedangkan K-tertukar tergolong rendah. Nilai indeks kualitas tanah pada sawah irigasi berada pada kriteria rendah hingga sedang dengan nilai IKT 0,348–0,566, sedangkan pada sawah non irigasi berada pada kriteria rendah hingga baik dengan nilai IKT 0,313–0,759. Kesimpulan. Secara umum, kualitas tanah sawah non irigasi lebih baik dibandingkan sawah irigasi, terutama ditinjau dari sifat fisik tanah yang menunjukkan berat isi lebih rendah dan porositas lebih tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: IKT (Indeks Kualitas Tanah), Sawah Irigasi, Sawah non Irigasi
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 09 Jul 2026 01:09
Last Modified: 09 Jul 2026 01:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56439

Actions (login required)

View Item
View Item