ANALISIS PERBANDINGAN HUKUM PERJUDIAN ONLINE DI INDONESIA DAN FILIPINA DALAM PERSPEKTIF CYBERCRIME = COMPARATIVE ANALYSIS OF ONLINE GAMBLING LAWS IN INDONESIA AND PHILIPPINES FROM A CYBERCRIME PERSPECTIVE


FAIROZ, RAIHAN DI'AB (2026) ANALISIS PERBANDINGAN HUKUM PERJUDIAN ONLINE DI INDONESIA DAN FILIPINA DALAM PERSPEKTIF CYBERCRIME = COMPARATIVE ANALYSIS OF ONLINE GAMBLING LAWS IN INDONESIA AND PHILIPPINES FROM A CYBERCRIME PERSPECTIVE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul] Image (sampul)
B011211359-v9YZhx7gWD1cQrfC-20260610000205.png

Download (162kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011211359-1-2.pdf

Download (316kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011211359-dp.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B011211359-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 June 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Perjudian online merupakan salah satu bentuk kejahatan siber (cybercrime) yang bersifat lintas negara dan menimbulkan berbagai dampak sosial, ekonomi, serta hukum. Indonesia dan Filipina memiliki pendekatan hukum yang berbeda dalam menyikapi perjudian online, dimana Indonesia menerapkan larangan total melalui ketentuan KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sedangkan Filipina melegalkan dan mengatur regulasi perjudian online melalui Phillipine Amusement and Gaming Corporation (PAGCOR). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengaturan hukum, serta efektivitas penegakan terhadap perjudian online di Indonesia dan Filipina dalam perspektif cybercrime. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil: hasil dari penitilian ini ialah menunjukkan bahwa pebedaan kebijakan hukum kedua negara ini menimbulkan celah hukum yang dapat dimanfaatkan pelaku siber. Khususnya dalam bentuk penipuan, pencucian uang dan kejahatan transnasional lainnya. Di Indonesia, penegakan hukum masih menghadapi kendala yurisdiksi lintas negara, sementara di Filipina regulasi yang bersifat legalisasi terbatas masih menimbulkan risiko penyalahgunaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama internasional, optimalisasi penegakan hukum, serta pendekatan preventif untuk menanggulangi kejahatan perjudian online secara lebih efektif. Kesimpulan: Perbedaan kebijakan kriminalisasi dan regulasi perjudian online di Indonesia dan Filipina menciptakan tantangan yurisdiksi serta penegakan hukum lintas negara yang memerlukan penguatan koordinasi dan kerja sama internasional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: perjudian online; cybercrime; hukum perbandingan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 03 Jul 2026 02:18
Last Modified: 03 Jul 2026 02:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56375

Actions (login required)

View Item
View Item