Pelaksanaan Sertifikat Laik Higienitas Sanitasi (SLHS) Pada Restoran Produk Daging Olahan Siap Saji = Implementation of the Sanitation Hygiene Eligibility Certificate in Restaurants Serving Ready-to-Eat Processed Meat Products


Taufik, A. Nurfiska Aulia (2026) Pelaksanaan Sertifikat Laik Higienitas Sanitasi (SLHS) Pada Restoran Produk Daging Olahan Siap Saji = Implementation of the Sanitation Hygiene Eligibility Certificate in Restaurants Serving Ready-to-Eat Processed Meat Products. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul] Image (sampul)
B011191140-xRvbIaCJ2kTMFXuE-20260608143228.png

Download (817kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011191140-1-2.pdf

Download (249kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011191140-dp.pdf

Download (211kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B011191140-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 May 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

A.NURFISKA AULIA TAUFIK (B011191140) dengan judul Pelaksanaan Sertifikat Laik Higienitas Sanitasi (SLHS) Pada Restoran Produk Daging Olahan Siap Saji dibimbing oleh Amaliyah. Latar Belakang: Keamanan produk daging olahan siap saji merupakan isu penting karena berisiko menimbulkan pencemaran yang membahayakan kesehatan konsumen. SLHS merupakan instrumen hukum administratif yang bertujuan memastikan pelaku usaha restoran memenuhi standar higiene dan sanitasi sebagai bentuk perlindungan hukum preventif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perlindungan hukum SLHS terhadap konsumen pada restoran di Kota Makassar dan mengidentifikasi bentuk pertanggungjawaban pelaku usaha apabila konsumen mengalami kerugian. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan Dinas Kesehatan dan pelaku usaha, hasil inspeksi kesehatan lingkungan, dan kuesioner konsumen, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLHS berfungsi sebagai perlindungan preventif, namun belum optimal karena kepatuhan pelaku usaha masih parsial dan ditemukan ketidakpatuhan administratif, teknis, serta operasional. Pengawasan Dinas Kesehatan belum intensif dan berkelanjutan, sementara pertanggungjawaban pelaku usaha umumnya diselesaikan melalui mekanisme non-litigasi seperti mediasi, ganti kerugian, dan permintaan maaf. Kesimpulan: SLHS belum menjamin perlindungan konsumen tanpa kepatuhan substantif pelaku usaha dan penguatan pengawasan yang konsisten dari instansi berwenang. Kata Kunci: Sertifikat Laik Higiene Sanitasi; Perlindungan Konsumen; Pertanggungjawaban Pelaku Usaha; Restoran.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Sertifikat Laik Higiene Sanitasi; Perlindungan Konsumen; Pertanggungjawaban Pelaku Usaha; Restoran.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 29 Jun 2026 02:32
Last Modified: 29 Jun 2026 02:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56324

Actions (login required)

View Item
View Item