HASYIM, ANDI (2026) PERBANDINGAN ANTARA LEVOBUPIVACAINE DAN LEVOBUPIVACAINE DENGAN KETAMIN INFILTRASI SUBKUTAN TERHADAP KORTISOL DAN VISUAL ANALOGUE SCORE (VAS) PADA SEKSIO CESSARIA DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI = COMPARISON BETWEEN LEVOBUPIVACAINE AND LEVOBUPIVACAINE-KETAMINE SUBCUTANEOUS INFILTRATION IN CORTISOL AND VISUAL ANALOGUE SCORE (VAS) AFTER CAESARIAN SECTION IN RADEN MATTAHER GENERAL HOSPITAL JAMBI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C018231001-v6lSWGqnZrkF4J9o-20260427122759.jpeg
Download (112kB)
C018231001-1-2.pdf
Download (643kB)
C018231001-dp.pdf
Download (261kB)
C018231001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 October 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Sectio caesarea (SC) merupakan salah satu tindakan bedah yang terus meningkat, khususnya di negara berkembang. Tantangan utama pascaoperasi ini adalah manajemen nyeri yang efektif, karena nyeri yang tidak tertangani dapat memperlambat pemulihan, memperpanjang masa rawat, serta meningkatkan kadar kortisol sebagai respons stres fisiologis. Infiltrasi anestesi lokal, khususnya kombinasi levobupivacaine dan ketamin, diharapkan mampu menurunkan respon stres dan nyeri pasca SC. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan respon neuroendokrin (kadar kortisol serum), penggunaan rescue analgesia, intensitas nyeri (VAS dan PPT), serta kepuasan pasien antara pemberian levobupivacaine tunggal, levobupivacaine dengan ketamin dosis 0,5 mg/kgBB, dan levobupivacaine dengan ketamin dosis 1 mg/kgBB secara infiltrasi subkutan pada pasien pasca SC. Terdapat perbedaan bermakna pada kadar kortisol antar kelompok (F=42,46; p<0,001), menunjukkan variasi respons stres akibat intervensi. Skor VAS berbeda signifikan sejak menit ke-30 hingga 24 jam pascaoperasi (p=0,003), dengan ambang nyeri tekan (PPT) tertinggi pada kelompok kombinasi dosis 1 mg/kgBB (p<0,001). Nilai FRA dan kebutuhan fentanyl berbeda signifikan (p=0,024), sedangkan kepuasan pasien berkorelasi kuat dengan jenis intervensi (χ²=22,909; p<0,001; r=0,597). Ditemukan korelasi negatif antara PPT dan VAS (r=–0,446; p=0,003), menandakan peningkatan ambang nyeri berbanding terbalik dengan intensitas nyeri. Kombinasi levobupivacaine dan ketamin, terutama dosis 1 mg/kgBB, lebih efektif menurunkan kadar kortisol, mengurangi nyeri, menekan kebutuhan rescue analgesia, serta meningkatkan kepuasan pasien pasca SC.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: infiltrasi subkutan, kadar kortisol, kepuasan pasien, ketamin, levobupivacaine, nyeri pascaoperasi, rescue analgesia, sectio caesarea |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 06:11 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 06:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56290 |
