NI'MAH, SITI (2026) TRANSFORMASI BUDAYA PERKAWINAN ADAT SUKU BANGGAI DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN = THE TRANSFORMATION OF TRADITIONAL MARRIAGE CULTURE AMONG THE BANGGAI ETHNIC GROUP IN BANGGAI ISLANDS REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
F062232002-xKyiA9XLHvbhQu2P-20260427092904.png
Download (78kB)
F062232002-1-2.pdf
Download (414kB)
F062232002-dp.pdf
Download (145kB)
F062232002-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 April 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji transformasi budaya dalam praktik perkawinan adat Suku Banggai di Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan fokus pada bentuk perubahan, faktor pendorong, dan dampaknya terhadap identitas budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori transformasi budaya yang menjelaskan perubahan dalam sistem nilai, norma, dan praktik sosial (Sztompka), serta didukung oleh teori modernitas (Giddens) dan teori globalisasi ( Appadurai) yang menekankan peran rasionalisasi, individualisasi, dan arus budaya global dalam membentuk dinamika perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian lapangan (field research), penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banggai Kepulauan selama April–Juli 2025 dengan enam informan kunci yang dipilih secara purposive terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, serta perwakilan generasi tua dan muda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perkawinan adat Suku Banggai pada masa lalu merupakan sistem budaya yang kaya akan symbol spiritual, nilai sosial, dan fungsi kekerabatan. Tahapan seperti popitoi, mansadaian, mansaiyan, hingga molibakon dijalankan dengan penuh penghormatan terhadap norma adat dan relasi antarkeluarga. Namun, modernisasi dan globalisasi telah mendorong transformasi, dimana tradisi perjodohan bergeser menjadi pilihan pribadi, simbol adat digantikan oleh elemen modern, serta aspek spiritual mulai mengalami marginalisasi. Faktor utama yang mendorong perubahan ini meliputi peningkatan pendidikan, mobilitas sosial, dan penetrasi media digital. Dampaknya terlihat pada melemahnya kohesi sosial berbasis adat serta pergeseran identitas budaya masyarakat Banggai dari kolektivisme tradisional menuju orientasi individual, rasional, dan estetika konsumtif, meskipun pada saat yang sama membuka kemungkinan terbentuknya pola kohesi sosial baru dalam konteks modern.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | transformasi budaya, perkawinan adat, Suku Banggai, modernisasi, identitas budaya. |
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 06:01 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 06:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56289 |
