RAHMAN, AHMAD FARGHANI (2025) HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PARU DAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SINDROM OBSTRUKTIF PASCA TUBERKULOSIS = THE RELATIONSHIP BETWEEN LUNG QUALITY AND ANXIETY LEVEL IN POST-TUBERCULOSIS OBSTRUCTIVE SYNDROME PATIENTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021211051-STh5nBy8zI1YKecr-20250916145445.jpeg
Download (108kB)
R021211051-1-2.pdf
Download (632kB)
R021211051-dp.pdf
Download (326kB)
R021211051-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, terutama menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati secara optimal. Meskipun pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dapat menyembuhkan infeksi aktif, sejumlah pasien tetap mengalami gejala sisa berupa gangguan faal paru, obstruksi saluran napas, dan sesak napas yang dikenal sebagai Sindrom Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT). Kerusakan jaringan paru yang ditimbulkan menyebabkan penurunan kapasitas paru dan berdampak pada kualitas hidup pasien, termasuk munculnya gangguan kecemasan. Kecemasan yang dialami pasien SOPT dapat memperburuk kondisi fisik, termasuk fungsi pernapasan, dan meningkatkan beban sistemik tubuh. Berdasarkan data Balai Besar Kesehatan Paru Makassar, terdapat peningkatan signifikan jumlah kasus SOPT dari tahun 2023 ke 2024. Fenomena meningkatnya jumlah pasien disertai gangguan kecemasan ini menjadi dasar penting untuk meneliti hubungan antara kapasitas paru dan tingkat kecemasan pada pasien SOPT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan intervensi fisioterapi yang lebih holistik, guna memperbaiki kapasitas paru sekaligus mengurangi kecemasan pada pasien SOPT. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mempelajari apakah ada hubungan antara kualitas paru dengan tingkat kecemasan pada pasien SOPT di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar. Metode. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek dari penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil. Hasil dari penelitian ini mendapat 60 responden dan diperoleh hasil rata-rata kualitas paru untuk spirometri 5.07 dan skala Borg 7.85, untuk tingkat kecemasan 4.07, dan hasil uji spearman mendapat hasil spirometri ke HARS (0.004) dan skala Borg ke HARS (0.001). Kesimpulan. Terdapat hubungan signifikan positif sedang lemah antara kualitas paru dan tingkat kecemasan pada pasien SOPT di BBKPM.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SOPT, Tingkat Kecemasan, Spirometri, Skala Borg, HARS |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 02:23 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 02:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56272 |
