WULANDARI, INGGIT PUTRI (2026) Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunsting pada balita dengan riwayat berat badan lahir rendah kota makassar = factors related to the occurrence of stunting in toddlers with a history of low birth weight. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011221046-PLeVUgm7DyE49r6J-20260422143228.jpg
Download (407kB)
R011221046-1-2.pdf
Download (415kB)
R011221046-dp.pdf
Download (228kB)
R011221046-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 March 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Inggit Putri Wulandari. R011221046. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI KOTA MAKASSAR. Dibimbing oleh Dr. Suni Hariati, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Data World Health Organization dan UNICEF menunjukkan bahwa BBLR masih menjadi masalah kesehatan global, dan di Indonesia prevalensi stunting masih berada di atas target nasional. Di Kota Makassar, angka stunting masih fluktuatif, sehingga balita dengan riwayat BBLR menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan riwayat BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kota Makassar. Faktor yang diteliti meliputi jenis BBLR, riwayat penyakit, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan ibu, riwayat ASI eksklusif, MP-ASI, suplementasi, serta faktor lingkungan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Antang, Puskesmas Kassi-kassi, dan Puskesmas Kaluku Bodoa dengan jumlah sampel 59 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Dari 59 balita dengan riwayat BBLR, sebagian besar mengalami stunting (71,2%). Faktor balita yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir <2500 gram (p=0,000), usia kehamilan saat lahir (p=0,000), dan riwayat ISPA (p=0,001). Pada faktor ibu, hanya pekerjaan ibu yang berhubungan signifikan (p=0,001). Pada faktor nutrisi, pola pemberian nutrisi usia 0–6 bulan (p=0,001), nutrisi >6 bulan (p=0,001), pemberian suplemen taburia (p=0,000), jenis suplemen (p=0,034), dan bentuk suplemen (p=0,006) menunjukkan hubungan signifikan. Pada faktor lingkungan, hanya pengelolaan air minum yang berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,002). Kesimpulan dan Saran: Stunting pada balita dengan riwayat BBLR dipengaruhi oleh faktor biologis dan lingkungan. Selain kondisi saat lahir, pemenuhan nutrisi dan kualitas perawatan pascakelahiran berperan penting dalam menentukan pertumbuhan anak. Perlu pemantauan tumbuh kembang yang intensif, edukasi gizi berkelanjutan, serta penelitian lanjutan dengan desain longitudinal untuk memperkuat analisis hubungan BBLR dan stunting.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BBLR, Stunting, Balita, Faktor Resiko |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:10 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56263 |
