RAMADHANTY, SITI NURUL FAHRIZAH (2025) Anime dan Pemilih Muda: Analisis Perilaku Pemilih Milenial dan Gen Z dalam Pemilukada 2024 di Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E041211053-EPNIjuGx5rQ1XiJ2-20251010143853.jpg
Download (708kB) | Preview
E041211053-1-2.pdf
Download (1MB)
E041211053-dp.pdf
Download (150kB)
E041211053-fulll.pdf
Restricted to Registered users only until 30 September 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Para kandidat calon dan partai politik membawa atribut (simbol maupun referensi) Jejepangan atau budaya populer Jepang, seperti anime, manga, cosplay, dan lain-lain, mulai kerap tren menjelang pemilihan di Indonesia. Tujuan. Penelitian ini mengkaji pengaruh identitas wibu (weeaboo) terhadap perilaku pemilih muda (Milenial dan Gen Z) dalam Pemilukada (Pemilu dan Pilkada) 2024 di Kota Makassar. Metode. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 16 informan yang merupakan pemilih muda dan sebagian pernah terlibat di komunitas penggemar budaya pop Jepang di Kota Makassar. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh identitas wibu terhadap perilaku pemilih muda terletak bagaimana mereka sebagai penggemar budaya pop Jepang menginternalisasi atau memahami nilai-nilai Jejepangan atau hasil konsumsi dari budaya pop tersebut (tontonan anime atau bacaan manga) yang kemudian diterapkan pada proses perilaku dan keputusan politik mereka. Sementara itu, fenomena politisi membawa atribut Jejepangan dianggap berpengaruh untuk menarik suara pemilih muda. Berdasarkan hasil didapatkan bahwa terdapat peluang untuk memengaruhi sebagian pemilih, khususnya pemilih muda, karena Jejepangan, terutama anime, salah satu yang ketertarikan yang melekat pada kehidupan anak-anak muda sekarang. Penelitian ini menguji perspektif teoritis dari kajian Kim et. al. (2018) bahwa identitas politik dapat memengaruhi atau membentuk preferensi politik, lalu pada konteks penelitian ini identitas wibu sendiri masih sebatas identitas budaya atau kultural sehingga belum dapat dikatakan membentuk preferensi atau perilaku memilih. Kesimpulan. Penggunaan referensi budaya pop merupakan salah satu cara yang menarik untuk menarik perhatian kelompok pemuda, tetapi perlu memperhatikan isu-isu yang lebih urgen dan relevan dengan mereka. Pemilih muda selanjutnya dapat lebih terlibat dalam perpolitikan agar partisipasi anak muda, termasuk yang sebagai penggemar budaya pop Jepang, lebih meningkat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | shitposting, meme, uses and gratification 2.0, unounhas |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 06:24 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56247 |
