SYAHRUDDIN, SYAFIRA FARADIBA (2026) STRATEGI REBRANDING RSUP. DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR: TRANSFORMASI DARI RS KUSTA MENJADI RUMAH SAKIT UMUM = REBRANDING STRATEGY OF DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR: TRANSFORMATION FROM A LEPROSY HOSPITAL TO A GENERAL HOSPITAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
E022232071-WRyNGwSZ7mfPghl1-20260202163939.jpg
Download (197kB) | Preview
E022232071-1-2.pdf
Download (960kB)
E022232071-dp.pdf
Download (56kB)
E022232071-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini menganalisis strategi rebranding yang dilakukan oleh RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar dalam proses transformasi dari rumah sakit kusta menjadi rumah sakit umum. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama yaitu: strategi rebranding institusi, strategi komunikasi pemasaran dalam mendukung proses rebranding, dan tantangan yang dihadapi rumah sakit dalam membangun kembali citra dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pihak internal rumah sakit seperti: direktur, humas, promosi kesehatan, SDM, tenaga medis, dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebranding dilakukan secara sistematis melalui tiga pilar utama, yaitu reposisi institusi, pembaruan identitas visual, dan pengembangan layanan serta fasilitas kesehatan. Reposisi dilakukan dengan mengubah status rumah sakit menjadi RSUP Kelas B dan memperbarui visi-misi agar lebih inklusif. Pembaruan identitas visual dilakukan melalui perubahan logo dan konsistensi desain yang mencerminkan profesionalisme dan modernitas. Strategi komunikasi pemasaran diterapkan melalui pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC) yang menggabungkan media digital seperti Instagram, Facebook, dan YouTube dengan komunikasi tatap muka melalui forum publik, penyuluhan, dan promosi di ruang terbuka. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan citra positif, menarik pasien baru, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap rumah sakit. Namun, tantangan utama dalam rebranding ini adalah stigma sosial yang masih melekat pada identitas lama rumah sakit sebagai rumah sakit kusta, serta resistensi internal dari sebagian pegawai dan komunitas lama. Meskipun demikian, strategi komunikasi yang konsisten dan berbasis edukasi berhasil mengurangi resistensi publik dan mempercepat penerimaan masyarakat terhadap citra baru. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan rebranding rumah sakit sangat bergantung pada sinergi antara transformasi institusi, komunikasi pemasaran strategis, dan sensitivitas terhadap konteks sosial budaya lokal.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | rebranding, komunikasi pemasaran, rumah sakit, citra institusi, stigma sosial |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 02:45 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 02:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56211 |
