HAMRA, RISFA ELVIANA (2025) Analisis Histopatologi pada Litopenaeus Vannamei yang Positif White Spot Syndrome Virus di Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan = Histopathological Analysis of Litopenaeus Vannamei Testing Positive for White Spot Syndrome Virus at the Animal, Fish, and Plant Quarantine Center. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C024241050-WLYrujDGEFVIdBpS-20260122194210.png
Download (198kB) | Preview
C024241050-1-2.pdf
Download (3MB)
C024241050-dp.pdf
Download (435kB)
C024241050-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 December 2027.
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan salah satu patogen paling merugikan dalam industri budidaya udang, termasuk Litopenaeus vannamei, karena mampu menyebabkan kematian mencapai 100% dalam waktu 3–10 hari setelah munculnya gejala klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran histopatologi pada Litopenaeus Vannamei yang terkonfirmasi positif WSSV serta menjelaskan keterkaitan antara gejala klinis, hasil uji biomolekuler, dan perubahan histopatologi. Sampel udang berasal dari tambak budidaya di Kabupaten Sinjai yang dibawa ke BBKHIT Sulawesi Selatan untuk pemeriksaan mutu sebagaimana diatur dalam PP No. 27 Tahun 2021 pasal 85. Secara klinis, udang menunjukkan pertumbuhan lambat, nafsu makan menurun, gerakan melambat, serta munculnya warna kemerahan pada ekor. Pemeriksaan PCR menggunakan jaringan kaki renang, insang, kaki jalan, dan otot menghasilkan pita DNA spesifik yang mengonfirmasi infeksi WSSV pada tingkat sedang hingga berat. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya perubahan khas berupa vakuolisasi, nekrosis, dan inclusion body pada insang, serta vakuolisasi tubulus dan kerusakan sel pada hepatopankreas. Infeksi WSSV menyebabkan perubahan degeneratif melalui replikasi virus dalam inti sel sehingga memicu hipertrofi nukleus, degenerasi, hingga pembentukan inclusion body. Kerusakan pada insang berpotensi mengganggu fungsi respirasi dan osmoregulasi, sedangkan kerusakan sel-sel hepatopankreas seperti sel B dan sel R menyebabkan gangguan sekresi enzim dan penyerapan nutrisi, yang secara klinis tampak sebagai pertumbuhan terhambat dan penurunan berat badan udang. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pemeriksaan klinis, PCR, dan histopatologi merupakan metode diagnostik yang sangat efektif untuk mengidentifikasi infeksi WSSV secara akurat. Pemahaman terhadap perubahan jaringan akibat infeksi virus ini penting dalam penetapan kebijakan karantina, upaya pengendalian penyakit, serta peningkatan manajemen biosekuriti pada budidaya Litopenaeus Vannamei.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hepatopankreas, Histopatologi, Insang, Litopenaeus vannamei, PCR, WSSV. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 01:41 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 01:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56167 |
