PENANGANAN PARAPHIMOSIS PADA DOMBA MERINO DI KEBUN BINATANG SURABAYA = MANAGEMENT OF PARAPHIMOSIS IN A MERINO SHEEP AT THE SURABAYA ZOO


RAMADANI, ASTRI (2025) PENANGANAN PARAPHIMOSIS PADA DOMBA MERINO DI KEBUN BINATANG SURABAYA = MANAGEMENT OF PARAPHIMOSIS IN A MERINO SHEEP AT THE SURABAYA ZOO. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
C024241026-kPmno18bJqS6tgVB-20260123085545.jpeg

Download (58kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C024241026-1-2.pdf

Download (221kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C024241026-dp.pdf

Download (113kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
C024241026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 November 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Paraphimosis adalah kondisi ketika penis tidak dapat kembali masuk ke rongga preputium setelah ereksi sehingga menimbulkan pembengkakan, infeksi jaringan, dan risiko kerusakan jaringan jika tidak segera ditangani. Kasus ini ditemukan pada seekor Domba Merino jantan berusia 2,5 tahun di Kebun Binatang Surabaya dengan keluhan penis yang tetap berada di luar preputium, tampak kotor dan eritema. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya rasa nyeri saat dan panas saat dipalpasi pada area penis, serta pembesaran pada glans penis. Berdasarkan pemeriksaan tersebut didiagnosis Paraphimosis dengan prognosis fausta karena kondisi masih ringan dan penis masih dapat direposisi secara manual. Tindakan yang diberikan meliputi pembersihan area genital menggunakan antiseptik (Desinvet), reposisi penis secara hati-hati, serta pemberian terapi berupa antibiotik Amoxicillin (Betamox LA®), antiinflamasi Dexamethasone (Glucortin LA®), terapi suportif (Catosal®), salep Oxytetracycline, dan pemberian Gusanex® untuk mencegah infestasi lalat. Pemantauan lanjutan menunjukkan respons penyembuhan yang cepat, dimana pembengkakan berkurang pada hari ke-4 dan penis telah kembali normal pada hari ke-6. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu kebersihan organ reproduksi dan penanganan yang tepat pada domba jantan untuk mencegah infeksi sekunder.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Domba Merino, Paraphimosis, Glans Penis
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 18 Jun 2026 03:12
Last Modified: 18 Jun 2026 03:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56146

Actions (login required)

View Item
View Item