SALSABILA, NURUL IZZAH (2026) Pengaruh Negative Experience On Nature Exposure Terhadap Intensi Pro-Lingkungan: Peran Green Efficacy Sebagai Moderator = The Effect of Negative Experience on Nature Exposure on Pro-Environmental Intention: The Moderating Role of Green Efficacy. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021221029-0GbPwE7UCL3Okt4m-20260119231441.jpg
Download (331kB) | Preview
C021221029-1-2.pdf
Download (460kB)
C021221029-dp.pdf
Download (333kB)
C021221029-fulll.OK.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Masalah lingkungan masih terjadi dan perubahan perilaku manusia terus disuarakan melalui perilaku pro-lingkungan. Salah satu faktor yang belum banyak diteliti terkait perilaku pro-lingkungan adalah negative experience on nature (EoN) exposure yang menggabungkan antara faktor internal dan faktor eksternal. Selain itu, penelitian sebelumnya terbatas dalam menarik kesimpulan hubungan kausal, sehingga disarankan melakukan eksperimen. Dalam Protection Motivation Theory, self-efficacy berperan penting dalam mekanisme perilaku pro-lingkungan yang dipicu oleh pengalaman negatif sebagai ancaman. Oleh karena itu, green efficacy diuji kembali perannya sebagai moderator pada hubungan antara pengalaman negatif dengan intensi pro-lingkungan Tujuan. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh negative EoN exposure terhadap intention to act in pro-environmental behavior (PEB) mahasiswa di kota Makassar dengan green efficacy sebagai moderator. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, metode eksperimen, dan desain between subject post-test only. Hipotesis penelitian dijawab dengan independent t test dan moderated regression analysis, serta analysis of covariance (Ancova) dan pearson correlation sebagai analisis tambahan Hasil. Negative EoN exposure berpengaruh signifikan terhadap intention to act in PEB, tetapi green-efficacy tidak signifikan memoderasi hubungan kedua variabel tersebut. Setelah green-efficacy dikontrol sebagai kovariat, negative EoN exposure tidak lagi memengaruhi intention to act in PEB. Ketiga variabel berkorelasi dengan korelasi tertinggi oleh green-efficacy dan intention to act in PEB. Kesimpulan. Pengalaman negatif mendorong intensi pro-lingkungan guna mencegah pengalaman terjadi kembali, serta peran emosi negatif, kesadaran dan keprihatinan setelah terpapar. Namun, green-efficacy lebih berpengaruh dalam meningkatkan intensi pro-lingkungan dibandingkan pengalaman negatif. Temuan dapat mendasari promosi pro-lingkungan yang menekankan aspek konsekuensi personal dan pentingnya masyarakat merasa berdaya untuk bertindak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pro-environmental; green efficacy; negative experience; protection motivation |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 03:37 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 03:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56110 |
