MULIANA, FENDA (2026) Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi dan Senam Aerobik Terhadap Efikasi Diri dan Status Gizi (IMT) pada Remaja dengan Eating Disorder = THE EFFECT OF PROVIDING EDUCATION AND AEROBIC EXERCISE ON SELF- EFFICACY AND NUTRITIONAL STATUS (BMI) IN ADOLESCENTS WITH EATING DISORDERS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P102232007-cover.pdf
Download (902kB)
P102232007-1-2.pdf
Download (617kB)
P102232007-dp.pdf
Download (510kB)
P102232007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 February 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase kritis pertumbuhan yang rentan terhadap gangguan makan (eating disorder). Masalah ini berdampak pada ketidakseimbangan status gizi dan rendahnya efikasi diri. Intervensi berupa edukasi gizi dan aktivitas fisik (senam aerobik) diperlukan untuk memperbaiki pola hidup dan status kesehatan remaja secara komprehensif. Tujuan : Untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi gizi dan senam aerobik terhadap efikasi diri dan status gizi (IMT) pada remaja dengan eating disorder. Metode: desain quasi-experimental dengan two-group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 80 responden (40 kelompok eksperimen, 40 kelompok kontrol) yang ditentukan menggunakan rumus Taro Yamane dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelompok eksperimen diberikan edukasi gizi secara intensif, senam aerobik selama 8 minggu sementara kelompok kontrol mendapatkan edukasi leaflet. Instrumen penelian yang digunakan meliputi identitas responden, status gizi (IMT) diukur dengan timbangan dan stadiometer, skor efikasi diri dukur menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES), dan skor eating disorder menggunakan kuesioner Eating Attitudes Test-26 (EAT-26). Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 16 dengan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney (tingkat signifikansi p=0.05). Hasil : Terdapat peningkatan signifikan pada variabel efikasi diri pada pemberian edukasi dan senam aerobik (p=0,000) dan pemberian edukasi leaflet (p=0,001). Terjadi penurunan risiko eating disorder yang sangat signifikan pada kedua kelompok (p=0,000), di mana responden tidak berisiko meningkat menjadi 65%. Skor pengetahuan meningkat secara signifikan pada pemberian edukasi dan senam aerobik (p=0,000) maupun pemberian edukasi leaflet (p=0,021). Tidak ditemukan perubahan signifikan pada IMT pemberian edukasi dan senam aerobik (p=0,301) maupun pemberian edukasi leaflet (p=0,239). Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok intervensi terhadap IMT underweigh (p=0,057) overweight (p=0.503), efikasi diri (p=0,084), dan pengetahuan (p=0,967). Kesimpulan: Intervensi edukasi gizi, baik melalui metode intensif dengan senam aerobik maupun media leaflet, efektif meningkatkan efikasi diri dan menurunkan risiko eating disorder pada remaja, diperlukan intervensi jangka panjang untuk menilai perubahan status gizi (IMT).
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Edukasi Gizi, Senam Aerobik, Efikasi Diri, Status Gizi, Gangguan Makan |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 02:43 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 02:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56089 |
