Sinergitas Organisasi Perempuan Dalam Mengatasi Perkawinan Anak di Kabupaten Bantaeng = Synergy of Women's Organization In Adressing Child Marriage In Bantaeng Regency


MUFLIHAT, MUFLIHAT (2026) Sinergitas Organisasi Perempuan Dalam Mengatasi Perkawinan Anak di Kabupaten Bantaeng = Synergy of Women's Organization In Adressing Child Marriage In Bantaeng Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
P072232003-cMeKvZRp8kuh3lPn-20260420165718.jpg

Download (274kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
P072232003-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
P072232003-dp.pdf

Download (48kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
P072232003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 April 2028.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK MUFLIHAT. Sinergitas Organisasi Perempuan Dalam Mengatasi Perkawinan Anak Di Kabupaten Bantaeng (dibimbing oleh Mardiana Etra Fachri dan Nursini) Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi perempuan dalam mengatasi perkawinan anak di Kabupaten Bantaeng dengan menggunakan kerangka pemberdayaan perempuan, menjelaskan bentuk sinergi antara organisasi perempuan dan aktor-aktor terkait dalam mengatasi perkawinan anak di Kabupaten Bantaeng, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi terwujudnya sinergi tersebut. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berfokus pada pemahaman mengenai praktik, dinamika, serta strategi organisasi perempuan. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Studi ini menggunakan analisis kualitatif melalui kerangka teori dan konsep pemberdayaan perempuan. Hasil Pertama Organisasi Perempuan telah berperan strategis dalam mobilisasi sumber daya sosial, penguatan kapasitas individu dan kolektif, serta advokasi kebijakan berbasis komunitas. Kedua Sinergi lintas aktor terwujud melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, sekolah, dan komunitas. Ketiga, masih terhambat konflik hukum dispensasi kawin serta resistensi norma budaya, menunjukkan keterbatasan sinergitas dalam mengatasi akar struktural dan kultural masalah. Kesimpulan. sinergitas organisasi perempuan berkontribusi signifikan dalam pencegahan perkawinan anak. Rekomendasi. Pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan yang secara spesifik mendukung pencegahan perkawinan anak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: perkawinan anak, organisasi perempuan, sinergitas, pemberdayaan perempuan, Kabupaten Bantaeng
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Jender dan Pembangunan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Jun 2026 07:24
Last Modified: 11 Jun 2026 07:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56086

Actions (login required)

View Item
View Item