KAJIAN PRODUKSI UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) MELALUI SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG TULANG ITIK TERFERMANTASI DALAM PAKAN BUATAN = A STUDY ON THE PRODUCTION OF PACIFIC WHITE SHRIMP (Litopenaeus vannamei) THROUGH FISHMEAL SUBSTITUTION WITH FERMENTED DUCK BONE MEAL IN FORMULATED FEEDS


SURIANTI, SURIANTI (2026) KAJIAN PRODUKSI UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) MELALUI SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG TULANG ITIK TERFERMANTASI DALAM PAKAN BUATAN = A STUDY ON THE PRODUCTION OF PACIFIC WHITE SHRIMP (Litopenaeus vannamei) THROUGH FISHMEAL SUBSTITUTION WITH FERMENTED DUCK BONE MEAL IN FORMULATED FEEDS. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
P013221029-8JVgaHYu7y2Sh4Gm-20260421140119.jpeg

Download (205kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
P013221029-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
P013221029-dp.pdf

Download (631kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
P013221029-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 April 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Tepung tulang itik merupakan sumber protein hewani alternatif yang potensial untuk pakan udang vaname (Litopenaeus vannamei) karena memiliki kandungan protein tinggi (40,71%) serta mineral esensial yang melimpah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas akibat rendahnya kecernaan, kuatnya ikatan kompleks kolagen dan mineral yang sulit terurai, serta rendahnya fraksi nutrien terlarut yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan optimal. Fermentasi mikroba merupakan pendekatan bioproses yang efektif untuk meningkatkan kualitas nutrisi bahan baku hewani melalui peningkatan protein terlarut, derajat hidrolisis, serta perbaikan karakteristik fungsional pakan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi tepung tulang itik melalui fermentasi menggunakan kultur campuran Bacillus sp., Saccharomyces cerevisiae, dan Rhizopus sp., serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai substituen parsial tepung ikan dalam pakan udang vaname. Metode. Penelitian in vitro menggunakan rancangan faktorial dua faktor, yaitu dosis inokulum (0,5; 1,0; dan 1,5 mL/100 g substrat) dan lama inkubasi (12, 24, dan 36 jam). Perlakuan terbaik selanjutnya diaplikasikan pada uji in vivo menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu tingkat substitusi tepung tulang itik terfermentasi sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Sebanyak 600 juvenil L. vannamei (berat awal 0,08 g) dipelihara selama 60 hari dalam wadah 45 L bersalinitas 25 ppt dan diberi pakan empat kali sehari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi dengan dosis 1,5 mL/100 g dan inkubasi 36 jam menghasilkan kualitas nutrisi terbaik, ditandai peningkatan kadar protein (42,72%), abu (26,40%), kalsium (10,46%), serta derajat hidrolisis protein(4,93±0,37%) dan BETN (12,41±1,73%), disertai penurunan lemak kasar (20,63%) dan serat kasar (1,40%). Pada uji pemberian pakan, substitusi hingga 75% meningkatkan performa pertumbuhan secara signifikan. Perlakuan 75% menunjukkan hasil terbaik pada konsumsi pakan (97,82 g), efisiensi pakan (84,83%), SGR (20,63%/hari), sintasan (95%), serta kecernaan total (85,81%), protein (96,13%), dan serat (60,59%). Retensi protein (76,50%) dan energi (1416,66 kJ) juga meningkat pada perlakuan ini. Aktivitas enzim protease dan lipase tertinggi ditemukan pada substitusi 50–75%, sedangkan amilase tertinggi pada 25%. Profil asam amino udang meningkat pada substitusi 50–75%, namun menurun tajam pada 100%, yang juga menyebabkan peningkatan tekanan osmotik hingga 915 mOsm/lH₂O. Kesimpulan. Tepung tulang itik terfermentasi dapat menggantikan 50–75% tepung ikan tanpa menurunkan performa pertumbuhan, kapasitas pencernaan, kestabilan fisiologis, maupun sintasan udang vaname. Substitusi 75% merupakan level optimal, sedangkan 100% tidak direkomendasikan karena memicu stres osmotik. Pemanfaatan tepung tulang itik terfermentasi pada level 50–75% berpotensi menjadi strategi pakan berkelanjutan dalam budidaya udang vaname.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Litopenaeus vannamei; mix mikroorganisme; pakan; substitusi; tulang itik.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Jun 2026 02:13
Last Modified: 11 Jun 2026 02:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56065

Actions (login required)

View Item
View Item