ANALISIS POTENSI EKSTRAK KOLAGEN LARUT PEPSIN TERIPANG PASIR (HOLOTHURIA SCABRA) SEBAGAI BAHAN WOUND DRESSING = ANALYSIS OF THE POTENTIAL OF PEPSIN-SOLUBLE COLLAGEN EXTRACTED FROM THE SAND SEA CUCUMBER (HOLOTHURIA SCABRA) AS WOUND DRESSING MATERIAL


SEPTIMAN, DWI PRIYASETO (2025) ANALISIS POTENSI EKSTRAK KOLAGEN LARUT PEPSIN TERIPANG PASIR (HOLOTHURIA SCABRA) SEBAGAI BAHAN WOUND DRESSING = ANALYSIS OF THE POTENTIAL OF PEPSIN-SOLUBLE COLLAGEN EXTRACTED FROM THE SAND SEA CUCUMBER (HOLOTHURIA SCABRA) AS WOUND DRESSING MATERIAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
J045212004-OdJsSuw4jITNhP0G-20260316104831.jpeg

Download (101kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
J045212004-1-2.pdf

Download (406kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
J045212004-dp.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
J045212004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 November 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kebutuhan akan bahan alami untuk penyembuhan luka terus meningkat, mendorong eksplorasi kolagen sebagai biomaterial potensial. Kolagen laut dari teripang pasir (Holothuria scabra) memiliki kandungan bioaktif dengan biokompatibilitas tinggi serta risiko imunogenik yang rendah. Oleh karena itu, analisis ekstrak kolagen larut pepsin dari H. scabra dilakukan untuk mengevaluasi potensinya sebagai bahan wound dressing yang efektif dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk analisis potensi senyawa bioaktif kandungan kolagen larut pepsin dari teripang pasir H. scabra sebagai bahan wound dressing. Metode: Penelitian ini diawali dengan studi literatur selanjutnya dilakukan ekstraksi kolagen dari H. scabra secara enzimatik emudian dilakukan analisis lebih lanjut pada sampel kolagen H. Scabra dengan teknik Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk konfirmasi gugus fungsi senyawa kolagen pada sampel ekstrak H.scabra dan analisis Gas Chromatography - Mass Spectrometry (GC-MS) untuk identifikasi senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung penyembuhan luka. Pada studi ini dilakukan sebuah supporting in vivo assay untuk pengamatan penyembuhan luka. Analisis data menggunakan paired t-test. dan independent t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rendemen kolagen larut pepsin yang didapatkan sebesar 6.82%. Berdasarkan analisis FTIR senyawa yang diekstrak adalah protein kolagen dan dari analisis GC-MS menunjukkan sampel kolagen sebagian besar mengandung asam lemak (54.89%) yang terdiri dari senyawa-senyawa bioaktif yang didominasi oleh Squalene (13.81 %), asam palmitat (13,38%), asam elaidat (7,64 %), asam stearat (7,48 %), palmitoic acid (4,22 %) yang utamanya memiliki kemampuan antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri sesuai verifikasi pemetaan berbasis literatur. Supporting in vivo assay menggambarkan perbedaan penyembuhan luka antara kelompok yang diberi kolagen dan kelompok kontrol negatif. Namun hasil ini memiliki kekuatan statistik yang terbatas sehingga tidak dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan. Kesimpulan: Kolagen larut pepsin dari teripang pasir H. Scabra terbukti memiliki potensi sebagai bahan wound dressing yang baik dan dibuktikan dari kandungan senyawa bioaktif pada kolagen H. Scabra.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kolagen larut pepsin, Holothuria Scabra, Kolagen Laut, Wound Dressing, Luka kulit
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 10 Jun 2026 07:06
Last Modified: 10 Jun 2026 07:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56055

Actions (login required)

View Item
View Item