PERAN MULTI AKTOR DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA BERBASIS DATA DAN PETA DIGITAL DI KABUPATEN BANTAENG = THE ROLE OF MULTI ACTORS IN THE IMPLEMENTATION OF VILLAGE DEVELOPMENT BASED ON DATA AND DIGITAL MAPS IN BANTAENG DISTRICT


LUKMAN, LUKMAN (2025) PERAN MULTI AKTOR DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA BERBASIS DATA DAN PETA DIGITAL DI KABUPATEN BANTAENG = THE ROLE OF MULTI ACTORS IN THE IMPLEMENTATION OF VILLAGE DEVELOPMENT BASED ON DATA AND DIGITAL MAPS IN BANTAENG DISTRICT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E012232011-UqRWeQjtb1v4Hduy-20250917202513.png

Download (240kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E012232011-1-2.pdf

Download (724kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E012232011-dp.pdf

Download (198kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
E012232011-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Lukman. Peran Multi Aktor dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa Berbasis Data dan Peta Digital di Kabupaten Bantaeng (dibimbing oleh Muhammad Yunus) Penelitian ini menganalisis peran multi aktor dalam pelaksanaan pembangunan desa berbasis data dan peta digital di Kabupaten Bantaeng menggunakan teori Multi Aktor John W. Kingdon (2014) dengan pendekatan Multiple Streams Framework (MSF). Pergeseran paradigma dari government ke governance menuntut kolaborasi lintas aktor dalam pembangunan desa, namun implementasi digitalisasi desa di Kabupaten Bantaeng masih terbatas pada 2 dari 46 desa (4%). Penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus ini melibatkan informan dari aktor Government (Bupati, Dinas PMD-PPA, DPRD, Kepala Desa) dan Outside Government (Akademisi, pelaku usaha, media). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor Government memiliki peran strategis namun belum optimal. Administration (Bupati dan Kepala Desa) mendukung program tetapi terkendala regulasi lokal. Bureaucrats (Dinas PMD-PPA) berperan sebagai fasilitator namun terbatas sikap kehati-hatian regulatif. Parliament (DPRD) mengambil pendekatan evaluatif berbasis bukti sebelum memberikan dukungan penuh. Sementara aktor Outside Government menunjukkan dukungan signifikan: pelaku usaha melihat potensi ekonomi, Akademisi memberikan dasar ilmiah, dan media berperan dalam transparansi dan penyebaran informasi. Analisis MSF mengungkapkan bahwa Problem Stream menunjukkan kesadaran akan pentingnya identifikasi masalah berbasis data, Policy Stream belum terlembagakan karena minimnya regulasi daerah, dan Politics Stream mulai terbentuk melalui komitmen kepemimpinan. Policy Window terbuka lebar melalui konvergensi kepentingan multi aktor, namun membutuhkan konsolidasi dalam forum multipihak untuk mewujudkan transformasi digital desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Penelitian merekomendasikan penerbitan regulasi daerah yang mengikat, pembentukan forum multipihak inklusif, dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pembangunan desa berbasis data dan peta digital di seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Multi Aktor, Digitalisasi Desa, Pembangunan Desa, Peta Digital, Governance
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 10 Jun 2026 06:08
Last Modified: 10 Jun 2026 06:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56047

Actions (login required)

View Item
View Item