Penggunaan Brand Liv in mille Terhadap Pembentukan Identitas Sosial Generasi Z di Kota Makassar = The Use Of The Liv in mille Brand On The Formation Of Generation Z's Social Identity In Makassar City


HAIRUDDIN, HAERUNNISA (2025) Penggunaan Brand Liv in mille Terhadap Pembentukan Identitas Sosial Generasi Z di Kota Makassar = The Use Of The Liv in mille Brand On The Formation Of Generation Z's Social Identity In Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E031211018-T76GEVZg2xFPqYXf-20250922190250.jpg

Download (206kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E031211018-1-2.pdf

Download (473kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E031211018-dp.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
E031211018-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Fesyen merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial modern yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang mencerminkan identitas individu. Bagi Generasi Z, pakaian dan brand fesyen menjadi alat untuk menampilkan citra diri, membentuk kesan sosial, serta menunjukkan afiliasi mereka terhadap nilai-nilai tertentu dalam komunitas. Perkembangan industri fesyen lokal, seperti brand Liv in mille di Kota Makassar, menjadi fenomena menarik untuk ditelaah lebih dalam karena brand ini telah menjadi simbol ekspresi diri di kalangan anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan brand Liv in mille memengaruhi pembentukan identitas sosial Generasi Z di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner. Adapun fokus penelitian mencakup pola penggunaan brand, faktor-faktor pemilihan brand, serta tiga dimensi pembentukan identitas sosial: citra diri, penerimaan sosial, dan keterlibatan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan Liv in mille secara rutin dan memaknai brand ini sebagai bagian dari identitas diri mereka. Brand tersebut tidak hanya dipilih karena desain atau kualitas, tetapi juga karena nilai simbolik yang dikandungnya. Temuan ini dianalisis melalui teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer yang menekankan bahwa identitas terbentuk melalui proses interaksi dan pemaknaan simbol, serta teori nilai tanda Jean Baudrillard yang menjelaskan bahwa konsumsi dalam masyarakat modern lebih banyak ditentukan oleh makna simbolik daripada fungsi utilitas. Dengan demikian, Liv in millle berperan sebagai alat representasi sosial yang signifikan dalam proses pembentukan identitas sosial Generasi Z.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Liv in mille, identitas sosial, Generasi Z, fesyen, interaksionisme simbolik, nilai tanda
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 10 Jun 2026 01:11
Last Modified: 10 Jun 2026 01:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56032

Actions (login required)

View Item
View Item