TAHA, TALITHA AZALIA (2026) Analisis Posisi Impaksi Molar Ketiga Mandibula Terhadap Lesi Jaringan Keras Yang Menyertainya Menggunakan Radiograf Panoramik Di RSGMP Universitas Hasanuddin Tahun 2024-2025 = Analysis of the Impaction Position of Mandibular Third Molars in Relation to Associated Hard Tissue Lesions Using Panoramic Radiographs at the Dental and Oral Hospital of Hasanuddin University, 2024–2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J011221097-S2LbmqWvyr78l60K-20260212142931.jpeg
Download (82kB) | Preview
J011221097-1-2.pdf
Download (218kB)
J011221097-dp.pdf
Download (208kB)
J011221097-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Gigi molar ketiga mandibula merupakan gigi yang paling sering mengalami impaksi dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk terbentuknya lesi jaringan keras di sekitarnya. Pemeriksaan radiograf panoramik berperan penting dalam mengevaluasi posisi impaksi serta mendeteksi adanya lesi yang menyertainya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi impaksi gigi molar ketiga mandibula serta lesi jaringan keras yang menyertainya berdasarkan usia, jenis kelamin, serta klasifikasi impaksi menurut Pell & Gregory dan Winter menggunakan radiograf panoramik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berupa 209 radiograf panoramik pasien dengan impaksi molar ketiga mandibula yang disertai lesi jaringan keras di RSGMP Universitas Hasanuddin periode tahun 2024–2025. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa impaksi molar ketiga mandibula yang disertai lesi jaringan keras paling banyak ditemukan pada kelompok usia 18–25 tahun (54,07%) dan lebih sering terjadi pada pasien perempuan (62,68%). Berdasarkan lokasi, kasus lebih dominan ditemukan pada regio 3. Jenis lesi jaringan keras yang paling sering ditemukan adalah perikoronitis (95,07%), sedangkan lesi odontogenik seperti kista dentigerous, ameloblastoma, hiperplasia folikel, dan odontogenic keratocyst ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit. Berdasarkan klasifikasi Pell & Gregory, lesi jaringan keras paling banyak ditemukan pada kelas II dengan kedalaman posisi A, sedangkan berdasarkan klasifikasi Winter, lesi paling sering ditemukan pada posisi mesioangular. Kesimpulan. Impaksi molar ketiga mandibula yang disertai lesi jaringan keras paling sering terjadi pada usia dewasa muda, lebih banyak ditemukan pada perempuan, serta didominasi oleh lesi perikoronitis dengan posisi impaksi tertentu berdasarkan klasifikasi Pell & Gregory dan Winter. Pemeriksaan radiograf panoramik sangat penting sebagai alat diagnostik dalam mendeteksi dan mengevaluasi impaksi molar ketiga mandibula beserta lesi jaringan keras yang menyertainya. Kesimpulan: impaksi molar ketiga mandibula yang disertai lesi jaringan keras paling sering terjadi pada usia dewasa muda, lebih banyak ditemukan pada perempuan, serta didominasi oleh lesi perikoronitis dengan posisi impaksi tertentu berdasarkan klasifikasi Pell & Gregory dan Winter. Pemeriksaan radiograf panoramik sangat penting sebagai alat diagnostik dalam mendeteksi dan mengevaluasi impaksi molar ketiga mandibula beserta lesi jaringan keras yang menyertainya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | impaksi molar ketiga mandibula, lesi jaringan keras, radiograf panoramik, klasifikasi Pell & Gregory, klasifikasi Winter |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 00:44 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 00:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56029 |
