MUARIF, IKBAL (2026) Uji Organoleptis Obat Kumur Hemobond Berbahan Dasar Ekstrak Alga Coklat (Sargassum Binderi) = Organoleptic Test of Hemobond Mouthwash Based on Brown Algae (Sargassum binderi) Extract. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J011221026-DO5cPbAzwoYUvjri-20260306150517.png
Download (172kB) | Preview
J011221026-1-2.pdf
Download (473kB)
J011221026-dp.pdf
Download (306kB)
J011221026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 March 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kesehatan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan dan kesejahteraan manusia yang memengaruhi fungsi fisiologis maupun psikososial. Penggunaan obat kumur sebagai pelengkap pembersihan mekanis dinilai efektif dalam menjaga kebersihan rongga mulut. Seiring meningkatnya minat terhadap produk berbahan alami, alga cokelat (Sargassum binderi) berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif obat kumur karena kandungan bioaktifnya, seperti fucoidan, yang memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Sebelum diaplikasikan secara luas, diperlukan evaluasi organoleptik untuk mengetahui karakteristik sensoris dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk tersebut. Tujuan. Penelitian ini merupakan penelitian sensori eksploratif dan deskriptif yang bertujuan mengidentifikasi karakteristik organoleptik serta tingkat penerimaan hedonik larutan obat kumur ekstrak alga cokelat. Metode. Pengujian dilakukan menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA) untuk analisis deskriptif atribut sensoris, serta uji hedonik skala 9 poin untuk menilai tingkat kesukaan panelis. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan frekuensi kemunculan atribut dan kecenderungan tingkat kesukaan tanpa adanya perlakuan pembanding. Hasil. Uji CATA menunjukkan bahwa atribut warna didominasi persepsi coklat bening. Aroma produk cenderung dipersepsikan fishy dan herbal. Rasa didominasi oleh rasa asin dengan kontribusi umami yang cukup signifikan, sementara rasa asam dan pahit muncul dalam intensitas lebih rendah. Aftertaste yang paling banyak dirasakan adalah asin, meskipun sebagian panelis tidak merasakan sensasi sisa. Hasil uji hedonik menunjukkan tingkat penerimaan berada pada kategori agak suka hingga suka. Atribut visual dan aftertaste relatif dapat diterima dengan baik, sedangkan atribut rasa dan aroma memiliki tingkat penerimaan relatif rendah. Kesimpulan. obat kumur ekstrak Sargassum binderi memiliki karakteristik sensoris yang khas dengan tingkat penerimaan awal yang cukup baik. Produk ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif obat kumur berbahan alami, dengan optimalisasi formulasi terutama pada aspek rasa melalui teknik flavour masking dan penyeimbangan sensori untuk meningkatkan tingkat kesukaan konsumen tanpa mengurangi karakter fungsionalnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alga Cokelat, Sargassum Binderi, Obat Kumur, Uji Organoleptik, CATA, Uji Hedonik. |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 00:08 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 00:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56023 |
