AZIZAH, ANDI AZKA (2025) PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP DALAM PELAKSANAAN REKLAMASI CENTRE POINT OF INDONESIA (CPI) DI KOTA MAKASSAR = PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP IN THE IMPLEMENTATION OF CENTRE POINT OF INDONESIA (CPI) RECLAMATION IN MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E012241015-CbpxfFVlYjhcOE83-20260408153925.jpeg
Download (92kB) | Preview
E012241015-1-2.pdf
Download (407kB)
E012241015-dp.pdf
Download (393kB)
E012241015-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 March 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Andi Azka Azizah (E012241015). Public Private Partnership Dalam Pelaksanaan Reklamasi Centre Point Of Indonesia (CPI) Di Kota Makassar. Dibimbing oleh Prof. Dr. H. M. Thahir Haning, M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan Public Private Partnership (PPP) dalam pelaksanaan reklamasi Centre Point of Indonesia (CPI) di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis berdasarkan lima dimensi teori menurut Hardcastle et al. (2005), yaitu Effective Procurement, Project Implementability, Government Guarantee, Favourable Economic Conditions, dan Available Financial Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek Public Private Partnership (PPP) reklamasi Centre Point of Indonesia (CPI) di Kota Makassar mengalami variasi keberhasilan pada masing-masing dimensi keberhasilan PPP. Pada dimensi Effective Procurement (pengadaan efektif), pengadaan telah dilakukan secara prosedural melalui seleksi mitra swasta dan penyusunan Feasibility Study (FS), namun belum optimal secara substantif karena koordinasi antarinstansi lemah, transparansi terbatas, partisipasi publik minim, serta alokasi risiko tidak konsisten, sehingga manfaat publik belum terealisasi secara maksimal. Dimensi Project Implementability (implementasi proyek) memiliki landasan hukum dan teknis yang memadai, tetapi keterlambatan penyerahan lahan publik seluas ±12,11 hektare, hambatan administratif, dan keterbatasan mitigasi dampak sosial-lingkungan menunjukkan bahwa implementasi proyek belum optimal. Pada dimensi Government Guarantee (jaminan pemerintah), pemerintah telah menyediakan jaminan regulatif dan administratif melalui perjanjian kerja sama, addendum, dan kebijakan tata ruang, sehingga berhasil secara prosedural, tetapi efektivitas substansial terbatas akibat ketidakpastian legal, kapasitas penegakan kontrak yang lemah, dan potensi intervensi politik. Dimensi Favourable Economic Conditions (kondisi ekonomi yang menguntungkan) dinilai berhasil karena stabilitas ekonomi nasional dan daerah serta kebijakan pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan kepercayaan pihak swasta. Terakhir, dimensi Available Financial Market (pasar keuangan yang tersedia) berhasil secara struktural, karena kapasitas finansial PT Yasmin Bumi Asri memadai untuk menanggung biaya proyek, namun pelaksanaan proyek masih menghadapi kendala koordinasi, administratif, dan teknis sehingga efektivitas implementatif belum optimal. Secara keseluruhan, proyek PPP reklamasi CPI menunjukkan keberhasilan prosedural dan struktural, namun memerlukan penguatan transparansi, koordinasi, partisipasi publik, dan tata kelola implementatif untuk mencapai efektivitas optimal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Public Private Partnership, Reklamasi, Centre Point of Indonesia |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 05:05 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 05:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55971 |
