DERA, SAMANTHA JANE (2025) Karakteristik Binderless Particleboard dari kayu sengon yang difortifikasi dengan serbuk kulit kayu akasia, mahoni dan bakau jenis rhizophora sp. dan bruguiera sp. = Characteristics of Binderless Particleboard from Sengon Wood Fortified with Acacia, Mahogany, and Mangrove Bark Powder (Rhizophora sp. and Bruguiera sp.). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M021211039-QUHM8CpyY1bzdSZJ-20251008182616.png
Download (30kB) | Preview
M021211039-bLtWJR4FkaDCoefN-20251008182616.pdf
Download (326kB)
M021211039-dp.pdf
Download (136kB)
M021211039-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Permintaan global terhadap produk berbasis kayu semakin meningkat, namun ketersediaan kayu solid terbatas. Penggunaan binderless particleboard sebagai alternatif ramah lingkungan, tanpa perekat sintetis berbahaya, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ini sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik binderless particleboard dari kayu sengon yang difortifikasi dengan serbuk kulit kayu akasia, mahoni, dan bakau serta pengaruh ukuran partikel kulit kayu terhadap sifat fisik dan mekanis papan yang dihasilkan. Metode. Papan partikel dioksidasi menggunakan H2O2 (15%) dan FeSO4 (7,5%) lalu dikempa pada suhu 180oC selama 15 menit pada tekanan kempa 25 kg/cm2 dengan ukuran partikel sengon (10/20 mesh) dan serbuk kulit kayu (20-60 mesh). Penelitian ini dirancang dengan RAL 2 faktor dengan pendekatan analisis deskriptif, analisis varians (ANOVA) dan uji lanjut Tukey HSD. Pengujian sifat fisik dan mekanis papan partikel menurut standar pengujian JIS A 5908 (2003). Hasil. Secara umum, jenis kulit kayu dan variasi ukuran mesh berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan mekanis papan partikel yaitu pada kadar air, pengembangan tebal, daya serap air dan internal bond. Efek ukuran partikel berinteraksi dengan perbedaan jenis kulit kayu pada nilai kadar air, pengembangan tebal, MOR dan IB papan partikel. Perbedaan jenis kulit kayu akan menghasilkan respon berbeda terhadap oksidator. Hal ini disebabkan oleh kandungan tanin di dalam setiap jenis kulit kayu yang berbeda. Kulit kayu bruguiera menunjukkan performa terbaik dalam meningkatkan sifat mekanis (MOE, MOR, dan kerapatan), sedangkan kulit kayu rhizophora unggul dalam memperbaiki sifat fisik (pengembangan tebal, daya serap air, dan IB) papan partikel. Sementara itu, penggunaan ukuran serbuk kulit kayu yang terlalu halus kurang optimal untuk membentuk ikatan dengan partikel kayu setelah dioksidasi. Kesimpulan. Penambahan kulit kayu bakau dan penggunaan ukuran 40 mesh pada kulit kayu efektif terhadap sifat fisik dan mekanis papan partikel. Secara keseluruhan sifat fisik dan mekanis binderless particleboard telah memenuhi standar JIS A 5908 (2003) kecuali untuk MOE dan MOR
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Binderless particleboard; kulit kayu; ukuran mesh; sifat fisik; sifat mekanis |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 02:14 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 02:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55964 |
