DEDIKASIH, MUH. IFFAH NURHIKMAH (2026) EVALUASI KUANTITATIF HASIL PELAKSANAAN PROGRAM AKSI STOP STUNTING DI SULAWESI SELATAN TAHUN 2022 = QUANTITATIVE EVALUATION OF THE OUTCOMES OF THE 2022 STOP STUNTING ACTION WORK PROGRAM IMPLEMENTATION IN SOUTH SULAWESI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K042211006-7w2pD4TEgyR5tMNq-20260311102403.jpeg
Download (46kB) | Preview
K042211006-1-2.pdf
Download (956kB)
K042211006-dp.pdf
Download (164kB)
K042211006-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan. Penelitian ini mengevaluasi perubahan indikator antropometri balita setelah pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS), meliputi perubahan rerata z-score tinggi badan menurut umur (HAZ) dari baseline ke endline, perubahan prevalensi stunting (HAZ < -2 SD), serta perubahan z-score berat badan menurut umur (WAZ) dan berat badan menurut tinggi badan (WHZ). Metode. Studi kuasi-eksperimen menggunakan data sekunder dengan kelompok intervensi dan kontrol. Mengingat ketidakkonsistenan pencatatan tanggal, baseline dan endline didefinisikan sebagai pengukuran paling awal dan paling akhir per ID anak. Analisis utama mencakup anak dengan dua pengukuran HAZ lengkap (N=1.853; intervensi n=1.155, kontrol n=698). Hasil. Rerata HAZ kelompok intervensi berubah dari -1,31 (SD 1,11) menjadi -1,37 (SD 1,04), sedangkan kelompok kontrol dari -1,03 (SD 1,20) menjadi -1,33 (SD 1,01). Estimasi difference-in-differences (DID) untuk HAZ sebesar +0,236 SD (95% CI 0,147-0,325; p<0,001). Prevalensi stunting pada intervensi 20,3% (baseline) dan 20,4% (endline), sedangkan pada kontrol 16,0% (baseline) dan 19,6% (endline), dengan selisih perubahan sekitar -3,41 poin persentase; model logistik berulang menunjukkan interaksi waktu×kelompok yang signifikan (OR 0,79; 95% CI 0,63-0,99; p=0,043). Estimasi DID juga menguntungkan intervensi untuk WAZ (+0,162 SD; 95% CI 0,094-0,230; p<0,001) dan WHZ (+0,141 SD; 95% CI 0,040-0,242; p=0,006). Kesimpulan. Selama periode pengamatan, kelompok intervensi Program ASS menunjukkan perubahan indikator antropometri yang lebih baik secara relatif dibanding kelompok kontrol, ditunjukkan oleh DID positif untuk HAZ, pola perubahan prevalensi stunting, serta temuan konsisten pada WAZ dan WHZ.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pertumbuhan linier; antropometri anak; monitoring rutin; kuasi-eksperimental; difference-in-differences; z-score |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 May 2026 03:07 |
| Last Modified: | 25 May 2026 03:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55929 |
