PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN, IKLIM KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PEKERJA DI PT BUNGASARI FLOUR MILLS = THE EFFECT OF NOISE INTENSITY, WORK CLIMATE AND INDIVIDUAL CHARACTERISTICS ON BLOOD PRESSURE OF WORKERS AT PT BUNGASARI FLOUR MILLS


ARDIANSYAH, RIZKI (2026) PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN, IKLIM KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PEKERJA DI PT BUNGASARI FLOUR MILLS = THE EFFECT OF NOISE INTENSITY, WORK CLIMATE AND INDIVIDUAL CHARACTERISTICS ON BLOOD PRESSURE OF WORKERS AT PT BUNGASARI FLOUR MILLS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K032241007-TSYrglAHkCZLN4fx-20260302221106.jpg

Download (487kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K032241007-1-2.pdf

Download (501kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K032241007-dp.pdf

Download (224kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K032241007-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 February 2028.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. K3 di industri produksi sangat krusial karena pekerja terpapar bahaya fisik seperti kebisingan dan iklim kerja panas yang berdampak pada tekanan darah, terbukti di PT Bungasari Flour Mills Makassar dengan kebisingan 95,8 dBA (1st floor), 94,0 dBA (2nd floor), 87,8 dBA (packing) melebihi NAB 85 dBA serta ISBB 31,6 °C di atas ambang 31 °C, sehingga penelitian dirancang untuk menilai pengaruh kebisingan, iklim kerja, dan karakteristik individu terhadap tekanan darah pekerja. Tujuan. Menilai pengaruh intensitas kebisingan, iklim kerja, dan karakteristik individu terhadap tekanan darah pekerja di PT Bungasari Flour Mills. Metode. Penelitian kuantitatif observasional analitik potong lintang; populasi seluruh pekerja mills PT Bungasari Flour Mills dengan sampel total sampling (n=100); instrumen: formulir karakteristik, SLM Svantek 971, noise dosimeter Svantek 104, HSM QuesTemp 46 (WBGT), tensimeter, microtoise, timbangan digital; analisis di SPSS 23 (univariat, Chi-Square, dan regresi logistik ganda). Hasil. Mayoritas pekerja berusia ≤40 tahun (66%) dengan prevalensi merokok tinggi (82%) dan status gizi gemuk dominan (48%), sebagian besar bekerja ≥4 tahun (72%), serta 73% terpapar kebisingan dan 70% terpapar iklim kerja panas di atas NAB; kondisi ini diikuti peningkatan rerata tekanan darah (sistolik +4,90 mmHg; diastolik +4,08 mmHg) dan hasil uji menunjukkan hubungan bermakna dengan riwayat hipertensi (p=0,027–0,033), status gizi (p=0,001), kebiasaan merokok (p<0,001), masa kerja (p<0,001), kebisingan (p<0,001), dan iklim kerja panas (p=0,001–0,041), sedangkan usia hanya berhubungan dengan diastolik (p=0,024), alkohol dan shift kerja tidak bermakna (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan variabel prediktor signifikan paling dominan terhadap tekanan darah sistolik adalah masa kerja ≥4 tahun (Adj-OR=32,94; p=0,019), dan terhadap tekanan darah diastolik, variabel paling dominan adalah status gizi (Adj-OR=10,222; p=0,003). Kesimpulan. Intensitas kebisingan, iklim kerja, dan karakteristik individu berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah pekerja, sehingga disarankan penguatan pemantauan kesehatan dan pengendalian lingkungan kerja untuk mencegah hipertensi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: kebisingan, iklim kerja, karakteristik individu, tekanan darah.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 May 2026 01:21
Last Modified: 25 May 2026 01:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55927

Actions (login required)

View Item
View Item