MAYASARI, MIRNA (2026) ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN LOGISTIK OBAT TERHADAP KEJADIAN STAGNANT DAN STOCKOUT DI INSTALASI FARMASI RSUD BUTON UTARA SULAWESI TENGGARA = ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF DRUG LOGISTICS MANAGEMENT ON THE INCIDENCE OF STAGNANT AND STOCKOUTS IN THE PHARMACEUTICAL INSTALLATION OF THE NORTH BUTON HOSPITAL, SOUTHEAST SULAWESI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K022232002-RdiDw12f5Qn6jSJP-20260312213152.jpg
Download (70kB) | Preview
K022232002-1-2.pdf
Download (1MB)
K022232002-dp.pdf
Download (41kB)
K022232002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 February 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
MIRNA MAYASARI. Studi tentang Analisis Implementasi Manajemen Logistik Obat Terhadap Kejadian Stagnant dan Stockout Di Instalasi Farmasi Rsud Buton Utara Sulawesi Tenggara (Dibimbing oleh Dr. Fridawaty Rivai, SKM., M.Kes dan Dr. dr. Noer Bahry Noor, M.Sc) Ketersediaan obat yang tepat waktu dan berkesinambungan merupakan indikator penting mutu pelayanan rumah sakit. Namun, kejadian stagnan (penumpukan) dan stockout (kekosongan) masih menjadi masalah di Instalasi Farmasi RSUD Buton Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen logistik obat terhadap kejadian stagnan dan stockout di rumah sakit tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari pengelola logistik obat, kepala instalasi farmasi, serta pihak manajemen terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan aplikasi NVivo, serta dibandingkan dengan indikator manajemen logistik obat sesuai Permenkes No. 72 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen logistik obat belum optimal pada sebagian besar tahapan, mulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, hingga pengendalian. Stagnan terjadi akibat perencanaan kebutuhan yang kurang akurat dan distribusi tidak merata, sedangkan stockout dipengaruhi keterlambatan pasokan, lemahnya koordinasi pengadaan, serta belum optimalnya peran Komite Farmasi dan Terapi. Kesimpulannya, kelemahan sistem informasi logistik, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya integrasi antar unit menjadi faktor utama terjadinya stagnan dan stockout. Penguatan sistem perencanaan kebutuhan berbasis data, optimalisasi fungsi KFT, serta pengembangan sistem informasi logistik terintegrasi perlu dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan obat di RSUD Buton Utara. Kata kunci: manajemen logistik obat, stagnan, stockout, instalasi farmasi
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen Logistik |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Rumah Sakit |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 May 2026 00:35 |
| Last Modified: | 25 May 2026 00:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55920 |
