Analisis Perbandingan dan Kesesuaian Kandungan Zat Besi dan Zink pada Produk Tepung Terigu Terfortifikasi yang Beredar di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar Berdasarkan SNI No. 3751:2018 = Comparative Analysis and Suitability of Iron and Zinc Content in Fortified Wheat Flour Products Distributed in The Working Area of Sudiang Public Health Center, Makassar City, Based on SNI No. 3751:2018


NURCAHYANI, SITI SAHRA (2026) Analisis Perbandingan dan Kesesuaian Kandungan Zat Besi dan Zink pada Produk Tepung Terigu Terfortifikasi yang Beredar di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar Berdasarkan SNI No. 3751:2018 = Comparative Analysis and Suitability of Iron and Zinc Content in Fortified Wheat Flour Products Distributed in The Working Area of Sudiang Public Health Center, Makassar City, Based on SNI No. 3751:2018. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K021221055-FVOPKLkgGU06b4ea-20260303101119.jpg

Download (45kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K021221055-1-2.pdf

Download (422kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K021221055-dp.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K021221055-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Indonesia masih menghadapi permasalahan triple burden of malnutrition, termasuk defisiensi zat gizi mikro seperti zat besi dan zink, yang berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat. Fortifikasi tepung terigu merupakan salah satu strategi nasional untuk mengatasi masalah tersebut, namun efektivitasnya perlu dievaluasi melalui analisis kandungan aktual produk yang beredar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kandungan zat besi dan zink pada beberapa merek tepung terigu terfortifikasi yang beredar di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar serta menilai kesesuaiannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 3751:2018. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif-komparatif dengan sampel tepung terigu terfortifikasi dari tiga merek berbeda yang diperoleh dari pasar tradisional dan minimarket. Analisis kandungan zat besi (Fe) dan zink (Zn) dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) setelah preparasi sampel melalui pengabuan kering, dengan pengukuran dilakukan secara duplo. Hasil: Kadar Fe pada seluruh sampel berada pada rentang 63,95–68,94 mg/kg dan kadar Zn pada rentang 39,97–42,10 mg/kg. Seluruh sampel memenuhi dan melampaui ketentuan fortifikasi minimum SNI 3751:2018, yaitu minimal 50 mg/kg untuk Fe dan 30 mg/kg untuk Zn. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kandungan Fe maupun Zn antar merek (p = 0,368), serta uji independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan lokasi pembelian (Fe p = 0,876; Zn p = 0,726). Hasil uji paired t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kandungan Fe aktual dan informasi pada label kemasan (p = 0,472), namun terdapat perbedaan yang signifikan antara kandungan Zn aktual dan informasi pada label kemasan (p = 0,048). Kesimpulan: Produk tepung terigu terfortifikasi yang beredar di wilayah penelitian telah sesuai dengan ketentuan SNI No. 3751:2018, namun konsistensi antara klaim label dan kandungan aktual masih perlu diperkuat melalui pengawasan dan evaluasi mutu fortifikasi yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: fortifikasi pangan, tepung terigu, zat besi, zink, SNI 3751:2018
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 21 May 2026 06:45
Last Modified: 21 May 2026 06:45
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55907

Actions (login required)

View Item
View Item