Hubungan Night Eating Syndrome dan Skipping Breakfast dengan Kejadian Obesitas Sentral di SMAN 16 Makassar = The Association Between Night Eating Syndrome and Skipping Breakfast with Central Obesity Among Adolescents at SMAN 16 Makassar


KURNIATI, KURNIATI (2026) Hubungan Night Eating Syndrome dan Skipping Breakfast dengan Kejadian Obesitas Sentral di SMAN 16 Makassar = The Association Between Night Eating Syndrome and Skipping Breakfast with Central Obesity Among Adolescents at SMAN 16 Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K021221038-Vi6XGAJQbas57xPq-20260312150609.jpg

Download (173kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K021221038-1-2.pdf

Download (671kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K021221038-dp.pdf

Download (401kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K021221038-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Obesitas sentral pada remaja merupakan masalah gizi yang prevalensinya terus meningkat secara global dan sebagai faktor resiko berbagai penyakit metabolik di masa dewasa. Perubahan pola makan, seperti Night Eating Syndrome (NES) dan skipping breakfast, dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi yang berkontribusi pada penumpukan lemak abdominal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara night eating syndrome dan skipping breakfast dengan kejadian obesitas sentral pada remaja di SMAN 16 Makassar. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara night eating syndrome dan skipping breakfast dengan kejadian obesitas sentral pada remaja di SMAN 16 Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 270 siswa kelas XI dan XII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data obesitas sentral diperoleh melalui pengukuran lingkar perut berdasarkan kriteria persentil ≥90. Data NES dikumpulkan menggunakan Night Eating Syndrome Questionnaire (NEQ), sedangkan kebiasaan skipping breakfast diukur melalui kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara night eating syndrome dengan kejadian obesitas sentral (p<0,05). Kebiasaan skipping breakfast tidak berhubungan signifikan dengan obesitas sentral (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan kedua variabel secara simultan berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas sentral pada remaja (p<0,05). Kesimpulan. Night eating syndrome dan skipping breakfast berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada remaja. Temuan ini menegaskan intervensi edukasi gizi dan pembiasaan pola makan teratur untuk mencegah obesitas sentral pada remaja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : night eating syndrome, skipping breakfast, obesitas sentral, remaja
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 21 May 2026 06:35
Last Modified: 21 May 2026 06:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55903

Actions (login required)

View Item
View Item