HASANAH, USWATUN (2026) Hubungan Pola Makan, Status Sosial Ekonomi, Beban Kerja Fisik, dan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Makassar = The Relationship Between Eating Patterns, Socioeconomic Status, Physical Workload, and Pregnancy Interval with the Occurrence of Anemia in Pregnant Women in the Working Area of Pampang Health Center, Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021221010-2IDRfP9tnlVuEOge-20260303140746.jpg
Download (371kB) | Preview
K021221010-1-2.pdf
Download (637kB)
K021221010-dp.pdf
Download (211kB)
K021221010-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 February 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
USWATUN HASANAH. Hubungan Pola Makan, Status Sosial Ekonomi, Beban Kerja Fisik, dan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Makassar (dibimbing oleh Abdul Salam). Latar Belakang. Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Kejadian anemia dipengaruhi oleh pola makan, status sosial ekonomi, beban kerja fisik, dan jarak kehamilan. Tujuan. Menilai hubungan pola makan, status sosial ekonomi, beban kerja fisik, dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pampang Makassar. Metode. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 276 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan hemoglobinometer, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil. Dari hasil penelitian diperoleh prevalensi anemia sebesar 56,9%. Frekuensi konsumsi makanan pokok, frekuensi konsumsi buah, dan asupan protein hewani tidak dapat dianalisis secara statistik karena seluruh responden berada pada satu kategori. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi protein hewani, frekuensi konsumsi sayur, tingkat pendidikan, dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hami (p < 0,05). Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi protein nabati, asupan protein nabati, pendapatan keluarga, dan beban kerja fisik dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p > 0,05). Kesimpulan. Lebih dari separuh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pampang mengalami anemia dengan hubungan signifikan pada frekuensi konsumsi protein hewani dan sayur, tingkat pendidikan, dan jarak kehamilan, sementara variabel lain tidak memiliki hubungan signifikan. Temuan ini menegaskan perlunya promosi konsumsi pangan sumber zat besi, peningkatan pendidikan, serta penguatan konseling jarak kehamilan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | anemia, pola makan, status sosial ekonomi, beban kerja fisik, jarak kehamilan kehamilan |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 May 2026 06:27 |
| Last Modified: | 21 May 2026 06:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55898 |
