Respon Fisiologis dan Adaptasi Panas Pedet Sapi Friesian Holstein yang Dipelihara Pada Agroklimatologi yang Berbeda = Physiological Responses and Heat Adaptation of Friesian Holstein Calves under Different Agroclimatic


AULIA, NAMIRA FASHA (2026) Respon Fisiologis dan Adaptasi Panas Pedet Sapi Friesian Holstein yang Dipelihara Pada Agroklimatologi yang Berbeda = Physiological Responses and Heat Adaptation of Friesian Holstein Calves under Different Agroclimatic. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
I011221026-n1ETqsh83ogxWu5a-20260305121020.jpg

Download (103kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
I011221026-1-2.pdf

Download (259kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I011221026-dp.pdf

Download (65kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
I011221026-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon fisiologis dan adaptasi panas pedet sapi perah Friesian Holstein (FH) yang dipelihara pada kondisi agroklimatologi dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian menggunakan 20 ekor pedet FH berumur 2–6 bulan yang terdiri atas 10 ekor pedet di dataran rendah dan 10 ekor pedet di dataran tinggi. Parameter fisiologis yang diamati meliputi denyut jantung, frekuensi respirasi, suhu permukaan kulit, dan suhu rektal. Pengambilan data dilakukan selama 28 hari pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28 dengan waktu pengamatan pagi, siang, dan sore. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji t independen, uji korelasi Pearson, serta analisis tren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedet FH yang dipelihara di dataran rendah memiliki denyut jantung, frekuensi respirasi, dan suhu rektal yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pedet di dataran tinggi (p-value< 0,01). Seluruh parameter fisiologis menunjukkan perbedaan yang sangat nyata antara kedua agroklimatologi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara suhu rektal dengan frekuensi respirasi serta denyut jantung pada pedet di dataran rendah, sedangkan pada dataran tinggi hubungan antarparameter relatif lemah dan tidak signifikan. Analisis tren mengindikasikan bahwa respon fisiologis pedet di dataran rendah cenderung lebih fluktuatif dibandingkan dengan pedet di dataran tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: pedet Friesian Holstein; agroklimatologi; respon fisiologis; adaptasi panas.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 21 May 2026 02:36
Last Modified: 21 May 2026 02:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55886

Actions (login required)

View Item
View Item