N. ANWAR, SERINA (2026) DISTRIBUSI SPASIAL DAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN BBLR PADA KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN MAROS = SPATIAL DISTRIBUSI AND RISK FACTORS OF LOW BIRTH WEIGHT IN NEONATAL MORTALITY MAROS REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K012232009-6pvGICTxkyiN78sW-20260305143548.jpg
Download (365kB) | Preview
K012232009-1-2.pdf
Download (534kB)
K012232009-dp.pdf
Download (172kB)
K012232009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 February 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK SERINA N ANWAR. Distribusi Spasial Dan Faktor Risiko Kejadian BBLR Pada Kematian Neonatal Di Kabupaten Maros (dibimbing oleh Stang dan Apik Indarty Moedjiono) Latar Belakang. Bayi berat lahir rendah (BBLR) menjadi salah satu yang menyebabkan kematian neonatal. Tujuan SDGs ketiga pada target pertama adalah mengurangi angka kematian ibu hingga dibawah 70 per 100.000 KH, target kedua adalah mengakhiri kematian bayi dan balita, dengan menurunkan angka kematian neonatal hingga 12 per 1.000 KH. BBLR juga menyebabkan masalah Kesehatan lainnya yang berasal dari ibu dan janin. Tujuan. Menganalisis distribusi spasial persebaran kasus BBLR pada kematian neonatal dan menganalisis faktor risiko kejadian BBLR pada kematian neonatal di Kabupaten Maros. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain kasus kontrol dan distribusi data berbasis geospasial. Populasi pada penelitian ini yaitu 166 bayi pada kematian neonatal di Kabupaten Maros yang tercatat pada data MPDN. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 112. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berisiko terhadap kejadian BBLR pada kematian neonatal yaitu umur ibu berisiko (<20 atau >35 tahun) (OR=2,373; 95%CI=1,031-5,461), ibu dengan status bekerja berisiko (OR=2,583; 95%CI=1,204-5,539) usia kehamilan berisiko (<37 atau >42 minggu) (OR=2,596; 95%CI=1,208-5,583), paritas berisiko (1 atau >3 anak) (OR=2,667; 95%CI=1,182-6,020), dan jenis kelamin bayi laki-laki (OR=2,750; 95%CI=1,200-6,301). Akan tetapi pada pendidikan ibu dan bayi kembar hasil statistik tidak menunjukkan faktor risiko kejadian BBLR pada kematian neonatal. Kesimpulan. Berdasarkan peta sebaran distribusi spasial kasus BBLR pada kematian neonatal tidak tersebar secara merata di seluruh kecamatan, dengan kasus tertinggi berada di kecamatan Turikale. Faktor risiko yang signifikan yaitu umur ibu, pekerjaan ibu, usia kehamilan, paritas dan jenis kelamin bayi, adapun hasil analisis multivariat mengidentifikasi bahwa faktor risiko yang paling dominan adalah jenis kelamin bayi laki-laki dengan (OR=2,590 dan p-value 0,031). Upaya preventif yang dapat dilakukan pada saat kehamilan untuk meminimalisir terjadinya BBLR meliputi imunisasi, pemenuhan asupan gizi, konsumsi tablet FE serta pemeriksaan kehamilan secara rutin melalui pelayanan antenatal care. Intervensi ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh petugas puskesmas melalui upaya pelayanan kesehatan langsung serta didukung oleh dinas kesehatan Kabupaten Maros dalam bentuk kebijakan dan program berbasis sebaran wilayah yang berisiko tinggi kejadian BBLR pada kematian neonatal.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Faktor risiko, BBLR, kematian neonatal, spasial |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 19 May 2026 01:20 |
| Last Modified: | 19 May 2026 01:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55874 |
