MPU DAN TAU SPERMATOZOA SAPI BALI DALAM PENGENCER EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DAN TKT PADA SUHU PENYIMPANAN 5°C = MPU and TAU of Balinese bovine spermatozoa in Telang flower extract (Clitoria ternatea L.) and TKT diluents at 5°C storage temperature.


SA`AD, AN NAHL NUR (2026) MPU DAN TAU SPERMATOZOA SAPI BALI DALAM PENGENCER EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DAN TKT PADA SUHU PENYIMPANAN 5°C = MPU and TAU of Balinese bovine spermatozoa in Telang flower extract (Clitoria ternatea L.) and TKT diluents at 5°C storage temperature. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
I011211203-OC8bWDBRjeA0FzoL-20260209153501.jpg

Download (373kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
I011211203-1-2.pdf

Download (362kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I011211203-dp.pdf

Download (157kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
I011211203-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 January 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Penurunan kualitas spermatozoa sapi Bali selama penyimpanan pada suhu rendah terutama disebabkan oleh paparan reactive oxygen species (ROS) dan cold shock yang dapat merusak membran plasma dan tudung akrosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) pada pengencer Tris Kuning Telur (TKT) terhadap kualitas spermatozoa sapi Bali, khususnya pada parameter Membran Plasma utuh (MPU) dan Tudung Akrosom Utuh (TAU) selama penyimpanan pada suhu 5°C. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (TKT tanpa ekstrak), P1 (TKT + ekstrak bunga telang 2%), P2 (TKT + ekstrak bunga telang 2,5%), dan P3 (TKT + ekstrak bunga telang 3%), masing-masing dengan lima ulangan. Pengamatan dilakukan setiap hari selama lima hari masa penyimpanan dengan parameter MPU dan TAU. kemudian dianalisis dengan Repeated Measure ANOVA dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase MPU dan TAU mengalami penurunan seiring lama penyimpanan, namun penambahan ekstrak bunga telang 2% (P1) mampu mempertahankan integritas membran dan akrosom lebih baik dibanding perlakuan lainnya. Perlakuan P1 dan P3 menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05), sedangkan P2 dan P0 tidak berbeda nyata. Konsentrasi 2% dinilai optimal karena mampu memberikan perlindungan antioksidan yang efektif tanpa menimbulkan efek osmotik negatif terhadap spermatozoa. Sebaliknya, konsentrasi 3% menunjukkan penurunan kualitas akibat kemungkinan peningkatan viskositas dan tekanan osmotik pengencer. Dengan demikian, penambahan ekstrak bunga telang 2% dalam pengencer TKT pada penelitian ini merupakan konsentrasi optimal untuk mempertahankan keutuhan membran plasma dan tudung akrosom spermatozoa sapi Bali selama penyimpanan pada suhu 5°C

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Membran Plasma Utuh (MPU); Tudung Akrosom Utuh (TAU); Bunga Telang; Tris Kuning Telur (TKT), Sapi Bali.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 13 May 2026 06:47
Last Modified: 13 May 2026 06:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55860

Actions (login required)

View Item
View Item