RIZKY, DISY AYU ANGGRAENI NOVIA (2025) SOLIDARITAS MEKANIK DALAM PENDAKIAN: PERAN NILAI SIRI' NA PACCE DI KALANGAN PENDAKI BUGIS MAKASSAR = MECHANICAL SOLIDARITY IN MOUNTAINEERING: EXPLORING THE ROLE OF SIRI' NA PACCE AMONG BUGIS-MAKASSAR MOUNTAINEERS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E031211019-AfjlvyO8Q7Ghz4Tq-20251007150135.jpg
Download (341kB) | Preview
E031211019-1-2.pdf
Download (721kB)
E031211019-dp.pdf
Download (455kB)
E031211019-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 September 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Pendakian gunung bukan hanya aktivitas fisik, melainkan juga wadah interaksi sosial yang melahirkan solidaritas antarpendaki. Dalam konteks masyarakat Bugis-Makassar, nilai budaya Siri’ na Pacce diyakini turut memperkuat ikatan sosial tersebut. Namun, arus modernisasi dan individualisme memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana nilai lokal masih menjadi dasar solidaritas saat ini. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk solidaritas mekanik di kalangan pendaki Bugis-Makassar serta menjelaskan peran nilai Siri’ na Pacce dalam memperkuat ikatan sosial tersebut. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe deskriptif. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada pendaki Bugis-Makassar, sementara data sekunder diperoleh dari literatur terkait. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif untuk mengungkap indikator solidaritas mekanik serta implementasi nilai Siri’ na Pacce dalam komunitas pendaki. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa solidaritas mekanik pendaki Bugis-Makassar tercermin dalam lima aspek utama, yaitu homogenitas nilai, kohesi berdasarkan kesamaan, sanksi represif, kesadaran kolektif, dan kepadatan interaksi sosial. Nilai Siri’ tampak dalam sensitivitas harga diri, integritas, dan prinsip hidup, sedangkan Pacce hadir melalui empati, cinta, dan tanggung jawab kolektif. Kedua nilai tersebut berfungsi sebagai kontrol moral sekaligus pengikat emosional yang memperkuat solidaritas kelompok. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa solidaritas mekanik di kalangan pendaki Bugis Makassar lahir tidak hanya dari kesamaan pengalaman mendaki, tetapi juga dari internalisasi nilai budaya Siri’ na Pacce. Hal ini membuktikan bahwa nilai budaya lokal tetap relevan sebagai fondasi penting solidaritas sosial di tengah tantangan modernisasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Solidaritas Mekanik, Siri’ na Pacce, Pendaki, Bugis-Makassar, Budaya Lokal |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 13 May 2026 03:47 |
| Last Modified: | 13 May 2026 03:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55855 |
