GUSMIARNI, MIRNA (2026) Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien TB di wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2025 = Factors Associated with Treatment Adherence among Tuberculosis Patients in the Working Area of Turikale Public Health Center, Maros Regency, 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221217-hCTzLXStqaR51PAf-20260304103657.jpg
Download (281kB) | Preview
K011221217-1-2.pdf
Download (491kB)
K011221217-dp.pdf
Download (135kB)
K011221217-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB) sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur dan tuntas. Ketidakpatuhan pengobatan dapat menyebabkan kegagalan terapi, kekambuhan, serta meningkatkan risiko terjadinya TB resisten obat dan kematian. Tingkat kepatuhan pengobatan TB dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik karakteristik individu maupun faktor pendukung pengobatan. Kecamatan Turikale menunjukkan peningkatan kasus 3 tahun terakhir dan tercatat sebagai wilayah dengan kasus TB tertinggi di Kabupaten Maros. Angka keberhasilan pengobatan TB di Kecamatan Turikale pada tahun 2023 belum mencapai target yang ditetapkan (>90%). Tujuan. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2025. Metode. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel adalah seluruh pasien TB yang sedang menjalani pengobatan, sebanyak 67 responden, terdiri atas 24 pasien fase intensif dan 43 pasien fase lanjutan yang di ambil mengunakan teknik total sampling yang di wilayah kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 - Januari 2026. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan bantuan aplikasi Jamovi. Hasil. Analisis bivariat menunjukkan motivasi (p=0,016), dukungan keluarga (p=0,000), efek samping obat (p=0,021), dan peran PMO (p=0,000) berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan TB. Tingkat pendidikan (p=0,584), pekerjaan (p=0,840), dan komorbiditas (p=0,500) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan. Faktor yang berhubungan signifikan adalah peran PMO, dukungan keluarga, motivasi, dan efek samping obat, dengan faktor paling dominan adalah dukungan keluarga dan peran PMO. Diperlukan penguatan peran PMO dan peningkatan dukungan keluarga melalui edukasi dan pendampingan intensif untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan TB.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kepatuhan pengobatan, tuberkulosis, Pengawas Minum Obat (PMO), Motivasi, Dukungan keluarga |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 12 May 2026 06:44 |
| Last Modified: | 12 May 2026 06:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55838 |
