QISTHI OKTARIZZA, NABILAH (2026) HASIL PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS ORGANISASI KEMAHASISWAAN (PPK-ORMAWA) SATOA : SMART AGRICULTURE TECHNOLOGY FOR OPTIMALIZED ANIMAL FARMING UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETERNAK DESA PATTIRO DECENG = THE OUTCOMES OF THE STUDENT ORGANIZATION CAPACITY STRENGTHENING PROGRAM (PPK-ORMAWA) SATOA: SMART AGRICULTURE TECHNOLOGY FOR OPTIMIZED ANIMAL FARMING TO IMPROVE THE WELFARE OF FARMERS IN PATTIRO DECENG VILLAGE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221207-7WU6B0P3iNpgaZko-20260305171449.jpg
Download (411kB) | Preview
K011221207-1-2.pdf
Download (401kB)
K011221207-dp.pdf
Download (193kB)
K011221207-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Sistem peternakan rakyat di Desa Pattiro Deceng masih didominasi praktik konvensional dengan penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang belum sistematis. Kondisi kandang menunjukkan ventilasi tidak optimal, pengelolaan limbah yang belum terstandar, potensi paparan gas amonia, serta rendahnya cakupan biosekuriti dan monitoring kesehatan ternak berbasis data. Kondisi ini meningkatkan risiko biologis, kimia, dan lingkungan bagi peternak maupun ternak. Tujuan: Menganalisis implementasi program SATOA berbasis smart farming dalam meningkatkan penerapan prinsip K3 melalui pengendalian risiko biologis, kimia, dan lingkungan pada sistem peternakan rakyat. Metode: Penelitian deskriptif dalam kerangka pengabdian masyarakat PPK-Ormawa (Juli–November 2025) yang melibatkan dua kelompok ternak (39 anggota). Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi kondisi kandang, dokumentasi vaksinasi dan sanitasi, serta monitoring lingkungan berbasis sensor IoT, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada literasi manajemen K3 kandang sebesar 38% (59% menjadi 97%) dan peningkatan pemahaman penyakit ternak sebesar 27% (64% menjadi 91%). Cakupan vaksinasi dan sterilisasi kandang mencapai 100% sebagai bentuk pengendalian risiko biologis. Perbaikan ventilasi dan sanitasi kandang menurunkan potensi paparan gas amonia sebagai pengendalian teknik (engineering control). Implementasi sensor suhu dan kelembapan terintegrasi cloud mendukung sistem monitoring risiko secara berkelanjutan. Kesimpulan: Program SATOA efektif memperkuat penerapan prinsip K3 pada peternakan rakyat melalui pendekatan edukatif, perbaikan teknis kandang, penguatan biosekuriti, dan digitalisasi monitoring lingkungan, sehingga mendukung sistem peternakan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | K3 Peternakan; Pengendalian Risiko; Biosekuriti; Gas Amonia; Smart Farming |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 12 May 2026 06:24 |
| Last Modified: | 12 May 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55835 |
