Pengaruh Distribusi Bijih Nikel Laterit Terhadap Kadar Dan Tonase Penambangan Berdasarkan Data Geokimia Kompartemen X, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan = The Influence Of Lateritic Nickel Ore Distribution On Grade And Tonnage Based On Geochemical Data Of Compartment X, Nuha District, East Luwu Regency, South Sulawesi Province


S, ZULKIFLI (2026) Pengaruh Distribusi Bijih Nikel Laterit Terhadap Kadar Dan Tonase Penambangan Berdasarkan Data Geokimia Kompartemen X, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan = The Influence Of Lateritic Nickel Ore Distribution On Grade And Tonnage Based On Geochemical Data Of Compartment X, Nuha District, East Luwu Regency, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
D061211003-Cover.jpg

Download (733kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
D061211003-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D061211003-dp(FILEminimizer).pdf

Download (115kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
D061211003-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 21 January 2028.

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Indonesia menyimpan potensi cadangan endapan nikel laterit yang sangat besar dan tersebar di kawasan beriklim tropis, menjadikannya sebagai penghasil nikel utama dunia. Endapan ini terbentuk dari pelapukan batuan ultramafik yang menghasilkan zona limonit dan saprolit dengan kadar serta sifat fisik berbeda. Distribusi kimia dan geometri endapan yang kompleks, seperti kehadiran pinnacle (tonjolan batuan ultramafik yang membuat geometri bijih tidak rata) dan variasi ketebalan bijih, menyebabkan kondisi irregular pada kadar serta potensi dilusi selama penambangan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai pengaruh distribusi bijih nikel laterit terhadap kadar dan tonase aktual penambangan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh distribusi kimia dan potensi pinnacle terhadap sebaran bijih, mengidentifikasi potensi risiko dilusi, membandingkan blok model dengan produksi aktual, serta mengevaluasi pengaruh dilusi terhadap kadar dan tonase penambangan di daerah penelitian. Metode. Metodologi mencakup observasi lapangan dan analisis data sekunder seperti data bor, blok model, topografi, dan data produksi aktual penambangan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan geokimia dan spasial dengan bantuan software ArcGIS Pro, Datamine Studio RM, Maptek Vulcan, dan Jamovi. Hasil. Distribusi kimia (Ni, Fe, SiO2/MgO) dan potensi pinnacle berpengaruh terhadap sebaran bijih. Sebaran risiko dilusi menunjukkan 60,39% area berisiko tinggi dan 39,61% berisiko rendah. Perbandingan blok model dan produksi aktual menunjukkan overestimasi tonase (-34%) dan kadar Ni (-21%), dengan potensi ore tidak tertambang 30,71% (±2,04 juta ton). Kesimpulan. Distribusi endapan nikel laterit yang irregular secara vertikal dan lateral menyebabkan variasi signifikan pada kadar dan tonase bijih. Planned dilution (pencampuran bijih kadar rendah secara terencana dari blok model) meningkatkan tonase (±7%) namun menurunkan kadar Ni (±2,3%), sedangkan unplanned dilution (masuknya material non-bijih dari luar area tambang) menimbulkan variasi kadar aktual akibat pencampuran material luar area pengambilan bijih.

Keyword : Nikel Laterit, Distribusi Bijih, Dilusi, Geokimia, Blok Model.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Lateritic Nickel, Ore Distribution, Dilution, Geochemistry, Block Model.
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Geologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 12 May 2026 02:15
Last Modified: 12 May 2026 02:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55823

Actions (login required)

View Item
View Item