Analisis Kesesuaian dan Pengembangan Agroforestry di Desa Mesakada, Kecamatan Tanduk Kalua’, Kabupaten Mamasa = Analysis of Suitability and Development of Agroforestry in Mesakada Village, Tanduk Kalua’ Subdistrict, Mamasa Regency


LINDANGAN, LESTIAN (2025) Analisis Kesesuaian dan Pengembangan Agroforestry di Desa Mesakada, Kecamatan Tanduk Kalua’, Kabupaten Mamasa = Analysis of Suitability and Development of Agroforestry in Mesakada Village, Tanduk Kalua’ Subdistrict, Mamasa Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M012232024-MpkZFCQ7c2NLRK5S-20251008083313.jpg

Download (454kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M012232024-1-2.pdf

Download (808kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M012232024-dp.pdf

Download (196kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M012232024-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 September 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Pengelolaan lahan oleh masyarakat merupakan tantangan sekaligus peluang dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di dalam kawasan hutan maupun pada lahan-lahan di sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mesakada, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan lahan, preferensi jenis tanaman, serta kelayakan ekonomi, ekologi, dan kesesuaian lahan dalam pengembangan sistem agroforestry. Metode. Penelitian menggunakan survei dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 56 responden, analisis laboratorium terhadap sampel tanah, serta evaluasi kesesuaian lahan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif, dilengkapi dengan uji validitas, reliabilitas, dan analisis korelasi Pearson, serta evaluasi kesesuaian lahan menggungakan SMCE. Hasil. penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengembangkan berbagai jenis tanaman produktif dan kayu-kayuan, dengan preferensi yang tinggi terhadap kombinasi tanaman kopi dan alpukat. Terdapat hubungan signifikan antara persepsi dan partisipasi masyarakat. Persepsi masyarakat memberikan kontribusi sebesar 25,9% terhadap tingkat keterlibatan mereka dalam agroforestry. Hal ini menegaskan bahwa persepsi positif merupakan modal sosial yang penting dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dari sisi ekonomi, penelitian mengidentifikasi tiga pola tanam utama yang diterapkan masyarakat, yaitu kopi monokultur, agroforestry kopi alpukat, dan agroforestry nanas–alpukat. Ketiga sistem tersebut dinyatakan layak dikembangkan secara finansial berdasarkan indikator Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR). Sistem agroforestry kopi–alpukat menunjukkan hasil finansial tertinggi dengan NPV sebesar Rp957.231.786, BCR 5,14, dan IRR 45,65%. Secara ekologis, sistem agroforestry berperan dalam meningkatkan tutupan lahan, kualitas tanah, dan konservasi lingkungan. Kombinasi kopi dan alpukat dinilai paling sesuai dengan kondisi biofisik wilayah, berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan yang menggunakan pendekatan Spatial Multicriteria Evaluation (SMCE). Kesimpulan. Analisis menunjukkan bahwa kopi arabika dan alpukat memiliki tingkat kesesuaian lahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya seperti nanas dan kopi robusta. Oleh karena itu, implementasi agroforestry berbasis zonasi lahan dan preferensi masyarakat lokal dapat menjadi strategi pengelolaan sumber daya lahan dan kawasan hutan yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Agroforestry, SMCE, Finansial, Persepi, Partisipasi, Zonasi
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 12 May 2026 00:48
Last Modified: 12 May 2026 00:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55807

Actions (login required)

View Item
View Item