ASWINDAH, NUR (2025) Pengaruh Tutupan Lahan Terhadap Suhu Permukaan Lahan di Kawasan Perkotaan Kabupaten Sidenreng Rappang = The Effect of Land Cover on Land Surface Temperature in the Urban Area of Sidenreng Rappang Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011211112-nT7PBmxWNLksp9Uy-20250924210944.jpg
Download (167kB) | Preview
M011211112-1-2.pdf
Download (484kB)
M011211112-dp.pdf
Download (156kB)
M011211112-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 September 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Perubahan tutupan lahan di kawasan perkotaan berdampak signifikan terhadap peningkatan suhu permukaan dan penurunan kualitas lingkungan. Vegetasi berperan penting dalam meredam suhu melalui proses evapotranspirasi. Di Kabupaten Sidenreng Rappang, alih fungsi lahan secara masif selama sepuluh tahun terakhir mengakibatkan peningkatan suhu dan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH). Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ketentuan RTH minimal adalah 30% dari luas wilayah, yang terdiri atas 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Penggunaan teknologi penginderaan jauh, seperti citra Landsat 8 dan platform Google Earth Engine (GEE), memungkinkan analisis perubahan tutupan lahan dan suhu permukaan dilakukan secara efisien dan akurat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan suhu permukaan di Kawasan Perkotaan Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2015 dan 2024, menganalisis hubungan antara tutupan lahan dan kerapatan vegetasi terhadap suhu permukaan, serta memberikan arahan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) berdasarkan hasil tersebut. Metode. Penelitian menggunakan citra Landsat 8 OLI/TIRS periode 1 Agustus–30 September 2015 dan 1 Agustus–30 September 2024 yang diolah melalui GEE. Klasifikasi tutupan lahan dilakukan menggunakan algoritma Random Forest, suhu permukaan dihitung dari kanal termal, dan kerapatan vegetasi diukur dengan Urban Vegetation Index (UVI). Analisis hubungan antara UVI dan Land Surface Temperature (LST) dilakukan dengan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa seluruh kecamatan di kawasan perkotaan mengalami peningkatan suhu permukaan, dengan kenaikan tertinggi di Kecamatan Maritengngae dan Watang Pulu. Terdapat hubungan negatif yang sangat kuat antara UVI dan LST (r = -0,80; R² = 0,7845). Pengembangan RTH direkomendasikan pada kecamatan yang belum memiliki RTH eksisting, serta optimalisasi distribusi dan vegetasi RTH pada wilayah dengan suhu tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kerapatan vegetasi berkontribusi signifikan terhadap penurunan suhu permukaan. Hasil ini dapat menjadi dasar perencanaan tata ruang hijau yang adaptif terhadap perubahan iklim mikro di wilayah perkotaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tutupan Lahan, Suhu Permukaan, Urban Vegetation Index, Google Earth Engine, RTH |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 11 May 2026 07:33 |
| Last Modified: | 11 May 2026 07:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55804 |
