ANALISIS KRIMINOLOGI ATAS SENGKETA MEDIK DALAM PERSPEKTIF FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR = CRIMINOLOGICAL ANALYSIS OF MEDICAL DISPUTES FROM A FORENSIC AND MEDICOLEGAL PERSPECTIVE AT IBNU SINA HOSPITAL, MAKASSAR


ANNISA, ANNISA (2026) ANALISIS KRIMINOLOGI ATAS SENGKETA MEDIK DALAM PERSPEKTIF FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR = CRIMINOLOGICAL ANALYSIS OF MEDICAL DISPUTES FROM A FORENSIC AND MEDICOLEGAL PERSPECTIVE AT IBNU SINA HOSPITAL, MAKASSAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P142241028-pWh3gTOE7ezBkZaj-20260225172146.jpg

Download (357kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P142241028-1-2.pdf

Download (514kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P142241028-dp.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
P142241028-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ANNISA. “Analisis Kriminologi Atas Sengketa Medik Dalam Perspektif Forensik Dan Medikolegal Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar”. “dibimbing oleh Andi Muhammad Sofyan dan Abd. Asis” Latar belakang: Regulasi Undang-undang Kesehatan no 17 tahun 2023 mewajibkan Rumah Sakit memberikan pelayanan bermutu, aman dan terkendali. Faktanya kasus sengketa medik tidak sedikit terlaporkan di Majelis Disiplin Profesi. Tujuan: mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk dan faktor-faktor penyebab sengketa medis yang terjadi. Menganalisis aspek kriminologi atas upaya penanganan dan penyelesaian sengketa medik dalam perspektif penerapan peran Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal di RS Ibnu Sina Makassar Metode: mixed methods pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi terhadap data 35 responden sengketa pendekatan kualitatif; analisis dokumen, audit dan wawancara mendalam. Hasil: bentuk sengketa terbanyak non klinis sebanyak 97,1% masing-masing karena faktor konflik kepentingan pasien dan tanggung jawab adminstrasi 60% (waktu tunggu, pembiayaan pasien), Sumber Daya Manusia (SDM) 25,71% karena miskomuniksi dan sarana prasarana 11,4% karena rujukan, pemulangan pasien. Bentuk sengketa medis klinis 2,9%. Analisis kriminologi terjadinya sengketa sebanyak 71,4% masing-masing konflik kepentingan bentuk administrasi 60% dan 11,4% konflik kepentingan sarana prasarana dan stigma labelling SDM 25,7% sedangkan 2,9% karena kontrol sosial dugaan tindakan kelalaian medis akibat faktor SDM, namun analisis pembuktian adanya kelalaian medis pendekatan Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal tidak terbukti dengan analisis 4D (duty, deviation, damage, direct cause). Kesimpulan: bentuk sengketa medis didominasi masalah non-klinis. Penyebab sengketa terbanyak faktor konflik kepentingan karena adminstrasi, SDM karena miskomunikasi dan terkecil karena sarana prasarana bentuk klinis medis bukan kelalaian medis. Analisis kriminologi mengungkap sengketa pasien lebih dominan dipengaruhi oleh teori konflik, diikuti oleh teori labeling dan kontrol sosial. Upaya penanganan sengketa medik menggunakan pendekatan preventif, non litigasi berbasis mekanisme internal rumah sakit dengan pendekatan Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal menggunakan analisis 4D berbasis evidence based medicine memilah sengketa berpotensi yuridis sebagai kontrol sosial dan pendekatan hukum sebagai ultimatum remedium mengedepankan restorative justice sebagai alternatif penyelesaian sengketa untuk mencegah kriminalisasi berlebihan terhadap tenaga medis dan menjamin keadilan bagi seluruh pihak melibatkan pihak berkompeten dan berkewenangan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Sengketa Medik, Kriminologi, Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 11 May 2026 07:08
Last Modified: 11 May 2026 07:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55800

Actions (login required)

View Item
View Item