MANAJEMEN PENGUNGSIAN DAN PENGELOLAAN LOGISTIK BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN TANA TORAJA = DISASTER MANAGEMENT AND LOGISTICS MANAGEMENT FOR LANDSLIDES IN TANA TORAJA REGENCY


LOPANG, SURIYANTO (2026) MANAJEMEN PENGUNGSIAN DAN PENGELOLAAN LOGISTIK BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN TANA TORAJA = DISASTER MANAGEMENT AND LOGISTICS MANAGEMENT FOR LANDSLIDES IN TANA TORAJA REGENCY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P122231001-DurhefB960MiaFG2-20260312120009.jpg

Download (394kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P122231001-1-2.pdf

Download (879kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P122231001-dp.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
P122231001-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 May 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Suriyanto Lopang. Manajemen Pengungsian dan Pengelolaan Logistik Bencana Tanah Longsor di Tana Toraja (dibimbing oleh Mukhsan Putra Hatta dan Evi Aprianti) Latar Belakang. Bencana tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja sering menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan mendesak terhadap pengungsian dan logistik. Kondisi geografis perbukitan, curah hujan tinggi, serta keterbatasan akses dan koordinasi antar lembaga menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas penanganan darurat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen pengungsian, menganalisis kendala pengelolaan logistik, serta merumuskan strategi peningkatan penanganan bencana tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode interaktif serta SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengungsian dilakukan secara cepat melalui sinergi lintas instansi dan masyarakat, namun masih terkendala minimnya tenda, sanitasi, dan distribusi logistik yang belum merata. Pengelolaan logistik menghadapi hambatan berupa akses jalan terputus, koordinasi yang lemah, keterbatasan sarana penyimpanan, serta pendataan pengungsi yang belum akurat. Analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi Weakness–Opportunity (WO) menjadi pilihan prioritas, dengan fokus pada peningkatan koordinasi antar lembaga, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Kesimpulan. Manajemen pengungsian dan logistik bencana tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja telah berjalan, tetapi belum optimal. Perlu strategi terpadu berbasis kolaborasi lintas sektor, sistem logistik terintegrasi, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana tanah longsor. Kata Kunci: Manajemen pengungsian, logistik bencana, tanah longsor, Tana Toraja, SWOT. Suriyanto Lopang. Disaster Management and Logistics Management for Landslides In Tana Toraja Regency (dibimbing oleh Mukhsan Putra Hatta dan Evi Aprianti) Background. Landslide disasters in Tana Toraja Regency often cause casualties, infrastructure damage, and urgent needs for evacuation and logistics. The hilly geography, high rainfall, limited accessibility, and weak inter-agency coordination are the main factors hindering effective disaster response. Aim. This study aims to identify evacuation management, analyze challenges in logistics management, and formulate strategies to improve landslide disaster response in Tana Toraja Regency. Method. This research employed a qualitative descriptive case study approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using an interactive model and SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. Results. The findings reveal that evacuation management was carried out quickly through inter-agency collaboration and community participation, but was constrained by limited tents, inadequate sanitation, and uneven distribution of logistics. Logistics management faced challenges such as blocked road access, weak coordination, limited storage facilities, and inaccurate refugee data. SWOT analysis indicated that the Weakness–Opportunity (WO) strategy is the most relevant, focusing on strengthening inter-agency coordination, utilizing information technology, and enhancing local community capacity. Conclusion. Evacuation and logistics management for landslide disasters in Tana Toraja have been implemented but remain suboptimal. An integrated strategy based on cross-sector collaboration, centralized logistics systems, and community preparedness is needed to strengthen regional resilience against landslides. Keywords: Evacuation management, disaster logistics, landslide, Tana Toraja, SWOT.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Keywords: Evacuation management, disaster logistics, landslide, Tana Toraja, SWOT
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 11 May 2026 07:07
Last Modified: 11 May 2026 07:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55799

Actions (login required)

View Item
View Item