Tingkat Keberhasilan Inokulasi Pada Pohon Gyrinops sp. Dengan Jarak Lubang Infeksi Yang Berbeda = Success Rate of Inoculation in Gyrinops sp. Trees with Different Infection Hole Spacings


DARAJAT, RAFIUD (2025) Tingkat Keberhasilan Inokulasi Pada Pohon Gyrinops sp. Dengan Jarak Lubang Infeksi Yang Berbeda = Success Rate of Inoculation in Gyrinops sp. Trees with Different Infection Hole Spacings. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211001-l9MGfmuKQpN7do0b-20250912130601.jpeg

Download (57kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211001-1-2.pdf

Download (680kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211001-dp.pdf

Download (285kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 September 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

RAFIUD DARAJAT. Tingkat Keberhasilan Inokulasi Pada Pohon Gyrinops sp. Dengan Jarak Lubang Infeksi Yang Berbeda (dibimbing oleh Budi Arty). Gaharu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang bernilai tinggi karena mengandung resin wangi yang dihasilkan oleh tanaman sebagai respon terhadap infeksi patogen. Inokulasi adalah salah satu teknik yang digunakan untuk merangsang pembentukan gaharu pada pohon. Proses ini melibatkan pengenalan mikroorganisme tertentu ke dalam jaringan pohon untuk memicu respons fisiologis yang menghasilkan resin. Penelitian ini dilakukan di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pada pohon gaharu (Gyrinops sp.) dengan jarak lubang infeksi yang berbbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sampling yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis One Way (ANOVA), dan hasil analisis yang didapatkan tidak menunjukkan perbedaan yang berbeda jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak lubang infeksi berpengaruh terhadap persentase keberhasilan infeksi, luas jaringan terinfeksi, dan perubahan warna jaringan. Perlakuan dengan jarak lubang infeksi 10 cm (J1) menghasilkan persentase keberhasilan infeksi tertinggi sebesar 84% dan luas infeksi rata-rata sebesar 10.37 cm², berwarna cokelat mencolok. Sebaliknya, perlakuan dengan jarak lubang infeksi 15 cm (J2) menunjukkan persentase keberhasilan terendah sebesar 50% dan luas infeksi terkecil sebesar 1.90 cm². Hasil ini menunjukkan bahwa jarak lubang infeksi yang lebih rapat meningkatkan efektivitas inokulasi dan kualitas resin yang dihasilkan. Pengaruh perlakuan jarak lubang infeksi 20 cm (J3) menghasilkan luas infeksi dengan rata-rata persentase keberhasilan infeksi sebesar 58%. Luas infeksi terbaik terdapat pada perlakuan jarak lubang infeksi 10 cm (J1), yang menghasilkan rata-rata luas infeksi sebesar 10.37 cm² dan berwarna cokelat mencolok. Untuk inokulasi pohon gaharu disarankan menggunakan jarak lubang infeksi yang lebih rapat yaitu 10 cm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Gaharu, Inokulasi, Jarak Lubang, Persentase Keberhasilan, Luas Infeksi.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 11 May 2026 06:32
Last Modified: 11 May 2026 06:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55792

Actions (login required)

View Item
View Item