SIPATOKKONG: REVITALISASI KAWASAN WISATA MATTABULU MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE EPPA SULAPA TERHADAP EKONOMI HIJAU DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN PASCA BENCANA = SIPATOKKONG: Revitalization Of The Mattabulu Tourism Area Through Eppa Sulapa's Collaborative Governance Towards Green Economy And Sustainable Tourism Post-Disasters


SAHRANI, NURUL AZISAH (2026) SIPATOKKONG: REVITALISASI KAWASAN WISATA MATTABULU MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE EPPA SULAPA TERHADAP EKONOMI HIJAU DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN PASCA BENCANA = SIPATOKKONG: Revitalization Of The Mattabulu Tourism Area Through Eppa Sulapa's Collaborative Governance Towards Green Economy And Sustainable Tourism Post-Disasters. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K011221091-9fpnSVBLD8zWJ6tN-20260304215930.png

Download (284kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K011221091-1-2.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K011221091-dp.pdf

Download (120kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K011221091-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 February 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Desa Mattabulu merupakan desa wisata unggulan di Kabupaten Soppeng dengan potensi alam dan budaya yang signifikan. Namun, pada akhir tahun 2024 desa ini terdampak bencana longsor yang mengakibatkan terhentinya aktivitas pariwisata, melemahnya kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta menurunnya pendapatan masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya revitalisasi kawasan wisata yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kelembagaan Pokdarwis dan tata kelola kawasan wisata pascabencana, mengkaji penerapan pendekatan Collaborative Governance berbasis nilai kearifan lokal Bugis Eppa Sulapa dalam Program Sipatokkong, serta menilai dampaknya terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, kesiapsiagaan bencana, dan penguatan ekonomi hijau dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan mengombinasikan data kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian dipilih secara purposive, meliputi pengurus Pokdarwis, pengelola BUMDes, perangkat desa, dan masyarakat yang terlibat dalam program. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, kuesioner pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Analisis kualitatif menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil: Pascabencana terjadi pelemahan koordinasi dan tata kelola kelembagaan Pokdarwis. Implementasi Program Sipatokkong memperkuat struktur organisasi dan rencana kerja, meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan mitigasi bencana dan kewirausahaan, mengaktifkan kembali kunjungan wisatawan, serta meningkatkan pendapatan BUMDes dan pelaku UMKM. Pendekatan kolaboratif berbasis Eppa Sulapa membangun kolaborasi multipihak yang partisipatif dan berkelanjutan. Kesimpulan: Program Sipatokkong efektif sebagai model revitalisasi desa wisata pascabencana melalui penguatan kelembagaan dan kolaborasi multiaktor berbasis kearifan lokal guna mendukung ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Desa Wisata; Ekonomi Hijau; Pariwisata Berkelanjutan; Tata Kelola Kolaboratif.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 May 2026 02:31
Last Modified: 11 May 2026 02:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55772

Actions (login required)

View Item
View Item