SALSABILLA, ANDI SHIFA (2026) Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar Tahun 2025 = Risk Factors for Hypertension in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Dr. Wahidin Sudirohusodo General Hospital, Makassar City 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221061-QfPRbFvUGDrYoySX-20260303134051.jpg
Download (242kB) | Preview
K011221061-1-2.pdf
Download (407kB)
K011221061-dp.pdf
Download (225kB)
K011221061-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 February 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Hipertensi merupakan komorbid tersering pada penderita diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular serta mortalitas. Prevalensi hipertensi pada penderita DMT2 berkisar antara 50–80%, lebih tinggi dibandingkan populasi non-diabetes. Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar, proporsi penderita DMT2 dengan hipertensi mencapai 30%. Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah pasien DMT2 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan sampel berjumlah 128 responden (64 kasus dan 64 kontrol) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medik, kemudian dianalisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan aplikasi jamovi. Hasil: Hasil analisis statistik bivariat menunjukkan bahwa riwayat hipertensi dalam keluarga (COR=2,07; 95% CI: 1,01–4,25; p=0,047) dan aktivitas fisik rendah (COR=2,44; 95% CI: 1,20–4,96; p=0,022) merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada penderita DMT2 dan bermakna secara statistik. Sementara itu, usia ≥50 tahun (COR=0,482 ; 95% CI: 0,178–1,30; p=0,144), jenis kelamin (COR=1,21; 95% CI: 0,60–2,44; p=0,592), status pekerjaan (COR=0,83; 95% CI: 0,41–1,66; p=0,594), lama menderita DM ≥10 tahun (COR=1,66; 95% CI: 0,78–3,51; p=0,185), indeks massa tubuh >27 (COR=1,00; 95% CI: 0,49–2,02; p=1,000), dan perilaku merokok (COR=0,71; 95% CI: 0,34–1,47; p=0,355) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang signifikan berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada penderita DMT2 adalah aktivitas fisik rendah (AOR=2,637). Kesimpulan: Faktor risiko kejadian hipertensi yang signifikan berpengaruh pada penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu aktivitas fisik rendah dan riwayat hipertensi dalam keluarga, dengan aktivitas fisik sebagai faktor risiko yang paling berpengaruh.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | diabetes melitus tipe 2, hipertensi, faktor risiko, aktivitas fisik, riwayat hipertensi keluarga. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 May 2026 01:06 |
| Last Modified: | 11 May 2026 01:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55769 |
