Faktor Risiko Kematian Neonatal di RSUD Tenriawaru Bone Tahun 2023-2025 = Risk Factors for Neonatal Mortality at Tenriawaru Bone Regional Hospital in 2023-2025


ANUGRAH, A. DIAN (2026) Faktor Risiko Kematian Neonatal di RSUD Tenriawaru Bone Tahun 2023-2025 = Risk Factors for Neonatal Mortality at Tenriawaru Bone Regional Hospital in 2023-2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K011221001-46eR1yJKrmSvYVhw-20260309194338.png

Download (129kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K011221001-1-2.pdf

Download (704kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K011221001-dp.pdf

Download (290kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K011221001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kematian neonatal merupakan penyumbang terbesar terhadap angka kematian bayi dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Data RSUD Tenriawaru Bone menunjukkan angka kematian neonatal yang masih tinggi, sehingga diperlukan analisis mendalam mengenai determinan penyebabnya guna mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Berbagai faktor maternal dan perinatal diduga berperan dalam terjadinya kematian neonatal. Tujuan: Untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kematian neonatal di RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone pada tahun 2023–2025. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan proporsi perbandingan 1:1, yang terdiri dari 78 kelompok kasus (kematian bayi 0-28 hari) dan 78 kelompok kontrol (bayi hidup melebihi 28 hari). Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa umur ibu (OR=1,33; 95% CI=0,69-2,56), pendidikan ibu (OR=1,726; 95% CI=0,89-3,31), paritas (OR=0,86; 95% CI=0,46-1,61), dan kunjungan ANC (OR=1,30; 95% CI=0,69 2,44) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kematian neonatal. Terdapat hubungan signifikan pada variabel kelahiran prematur (OR=43.12, 95% CI=5.69-327.07) dan BBLR (OR=4.24; 95% CI=2.17-8.28). Serta pada analisis multivariat, kelahiran prematur merupakan faktor yang paling berpengaruh. Kesimpulan: Kejadian kematian neonatal di RSUD Tenriawaru secara signifikan dipengaruhi oleh kelahiran prematur, rendahnya pendidikan ibu, dan BBLR sehingga diperlukan penguatan upaya preventif melalui edukasi kesehatan yang intensif bagi ibu hamil, deteksi dini persalinan prematur serta penguatan pelayanan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kematian Neonatal, Faktor Risiko, Prematur, BBLR, Pendidikan Ibu
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 May 2026 00:32
Last Modified: 11 May 2026 00:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55761

Actions (login required)

View Item
View Item