Hubungan Budaya Keselamatan Pasien dengan Kepatuhan Identifikasi Pasien di Instalasi Rawat Inap RS Stella Maris Tahun 2025 = The Relationship Between Patient Safety Culture and Patient Identification Compliance in the Inpatient Unit of Stella Maris Hospital in 2025


NAIMAH, AFI (2026) Hubungan Budaya Keselamatan Pasien dengan Kepatuhan Identifikasi Pasien di Instalasi Rawat Inap RS Stella Maris Tahun 2025 = The Relationship Between Patient Safety Culture and Patient Identification Compliance in the Inpatient Unit of Stella Maris Hospital in 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K011211228-r6ImTPywXdtej9Ja-20260306074509.png

Download (148kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K011211228-1-2.pdf

Download (550kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K011211228-dp.pdf

Download (93kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K011211228-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kesalahan identifikasi pasien berisiko menyebabkan cedera hingga kematian. Data RS Stella Maris menunjukkan kepatuhan identifikasi pasien tahun 2023-2024 belum konsisten mencapai target 100%. Tujuan. Menganalisis hubungan budaya keselamatan pasien dengan kepatuhan identifikasi pasien di Instalasi Rawat Inap RS Stella Maris Tahun 2025. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada Mei 2025–Januari 2026. Sampel 132 perawat diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HSOPSC 2.0 dan kuesioner kepatuhan identifikasi. Analisis data dengan uji Spearman's Rho. Hasil. Budaya keselamatan pasien termasuk kategori sangat kuat (82,1%). Terdapat hubungan signifikan antara budaya keselamatan pasien secara keseluruhan (p=0,001) dengan kepatuhan identifikasi pasien. Delapan dari sepuluh dimensi budaya keselamatan menunjukkan hubungan signifikan: kerja sama tim (p=0,001), pembelajaran organisasi (p=0,015), respons terhadap kesalahan (p=0,001), dukungan supervisor (p=0,001), komunikasi tentang kesalahan (p=0,001), pelaporan insiden (p=0,040), dukungan manajemen (p=0,001), serta pergantian shift dan pertukaran informasi (p=0,001). Dua dimensi tidak signifikan: pengaturan staf dan tempo kerja (p=0,416) serta keterbukaan komunikasi (p=0,064). Kesimpulan. Budaya keselamatan pasien berkorelasi signifikan dengan kepatuhan identifikasi pasien. Perlu penguatan dimensi yang belum signifikan dan program intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan kepatuhan identifikasi pasien.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: budaya keselamatan pasien; identifikasi pasien; perawat; rumah sakit
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 May 2026 06:28
Last Modified: 06 May 2026 06:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55745

Actions (login required)

View Item
View Item