Hubungan Beban Kerja Mental dan Iklim Organisasi dengan Stres Kerja pada Air Traffic Controller (ATC) di AirNav Cabang Makassar Tahun 2025 = The Relationship between Mental Workload and Organizational Climate with Occupational Stress among Air Traffic Controllers (ATC) at AirNav Makassar Branch in 2025


ARIYANTHA, NABILA (2026) Hubungan Beban Kerja Mental dan Iklim Organisasi dengan Stres Kerja pada Air Traffic Controller (ATC) di AirNav Cabang Makassar Tahun 2025 = The Relationship between Mental Workload and Organizational Climate with Occupational Stress among Air Traffic Controllers (ATC) at AirNav Makassar Branch in 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
K011211151-4Wu3SGhn8ATkLgc0-20260303110530.jpg

Download (341kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K011211151-1-2.pdf

Download (422kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K011211151-dp.pdf

Download (222kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
K011211151-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 February 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Air Traffic Controller (ATC) merupakan pekerjaan dengan tingkat stres tinggi karena menuntut pengolahan informasi yang kompleks dan penggunaan fungsi kognitif tingkat tinggi. Penelitian oleh Saleh et al. (2022) menemukan bahwa 50% ATC di AirNav Makassar mengalami stres kerja tinggi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kinerja ATC serta keselamatan operasional penerbangan, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stres kerja pada profesi ini. Tujuan. Menganalisis hubungan beban kerja mental, iklim organisasi, pencahayaan, dan iklim kerja dengan stres kerja pada ATC di AirNav Cabang Makassar Tahun 2025. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan sejak Juni– Oktober 2025 di AirNav cabang Makassar dengan sampel penelitian berjumlah 130 ATC yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran lingkungan kerja fisik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan uji Chi-Square. Hasil. Pengukuran lingkungan kerja fisik menunjukkan intensitas pencahayaan masih belum memenuhi nilai ambang batas nasional (87,65 lux dan 23,18 lux). Sedangkan iklim kerja telah memenuhi nilai ambang batas nasional (20,7°C). Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja mental dan iklim organisasi dengan stres kerja. Kesimpulan. Beban kerja mental dan iklim organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja pada ATC di AirNav cabang Makassar. ATC disarankan untuk mengembangkan strategi coping stres, seperti teknik relaksasi, mindfulness, atau manajemen waktu, guna mengatasi tekanan mental dari tingginya beban kerja mental. Pihak perusahaan diharapkan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan dukungan atasan untuk memperkuat iklim organisasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pemandu lalu lintas udara; stres kerja; beban kerja mental; iklim organisasi; pencahayaan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 May 2026 05:13
Last Modified: 06 May 2026 05:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55738

Actions (login required)

View Item
View Item