Efek Immunomodulator Ekstrak Etanol Curcuma zedoaria terhadap Sitokin, Antibodi, dan Hipersensitivitas Tipe Lambat pada Tikus Wistar = Immunomodulatory Effects of Ethanol Extract of Curcuma Zedoaria on Cytokines, Antibodies, and Delayed Type Hypersensitivity in Wistar Rats


AMALIA, CHAIRUN NISAA (2026) Efek Immunomodulator Ekstrak Etanol Curcuma zedoaria terhadap Sitokin, Antibodi, dan Hipersensitivitas Tipe Lambat pada Tikus Wistar = Immunomodulatory Effects of Ethanol Extract of Curcuma Zedoaria on Cytokines, Antibodies, and Delayed Type Hypersensitivity in Wistar Rats. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P062232050-05aoY4Uu7nXbFlTe-20260226110203.png

Download (326kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P062232050-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P062232050-dp.pdf

Download (57kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
P062232050-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2028.

Download (11MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Gangguan sistem imun berperan penting dalam perkembangan berbagai penyakit, termasuk infeksi kronis, hipersensitivitas, dan penyakit autoimun. Imunomodulator dibutuhkan untuk mengatur respons imun agar tetap seimbang. Curcuma zedoaria (temu putih) merupakan tanaman herbal yang dilaporkan memiliki aktivitas biologis luas, termasuk potensi imunomodulator, namun kajian eksperimental terkait pengaruhnya terhadap respons imun humoral dan seluler masih terbatas. Tujuan: Menilai efek imunomodulator ekstrak etanol C. zedoaria terhadap kadar sitokin IL-4, antibodi IgG, serta respons hipersensitivitas tipe lambat (Delayed-Type Hypersensitivity/DTH) pada tikus Wistar (Rattus norvegicus). Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), ekstrak C. zedoaria dosis 500 mg/kgBB, ekstrak dosis 750 mg/kgBB, kombinasi ekstrak 500 mg/kgBB dengan levamisole 25 mg/kgBB, dan kontrol positif (levamisole 25 mg/kgBB). Ekstrak diberikan secara oral selama 14 hari, dengan sensitisasi Staphylococcus aureus secara intraperitoneal pada hari ke-3 dan subkutan pada hari ke-14. Kadar sitokin IL-4 dan antibodi IgG serum diukur menggunakan metode ELISA, sedangkan respons DTH dinilai berdasarkan peningkatan volume telapak kaki tikus. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA atau Kruskal–Wallis sesuai distribusi data dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Pemberian ekstrak etanol C. zedoaria 500 mg/kgBB menunjukkan kecenderungan peningkatan kadar sitokin IL-4, namun peningkatan bermakna secara statistik hanya ditemukan pada kelompok kombinasi dengan levamisole (p < 0,05). Kadar antibodi IgG menunjukkan peningkatan secara deskriptif pada kelompok perlakuan ekstrak 500 mg/kgBB, terutama kelompok kombinasi, namun tidak berbeda signifikan secara statistik (p > 0,05). Respons hipersensitivitas tipe lambat meningkat signifikan pada kelompok kombinasi dan kontrol positif dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05). Dosis ekstrak yang lebih tinggi (750 mg/kgBB) menunjukkan kecenderungan penurunan respons imun. Kesimpulan: Ekstrak etanol C. zedoaria memiliki potensi efek imunomodulator dengan meningkatkan respons imun humoral dan seluler pada tikus Wistar yang bergantung pada dosis dan kombinasi dengan levamisole. Dosis tinggi menunjukkan potensi efek imunoregulator atau imunosupresif. Temuan ini mendukung potensi C. zedoaria sebagai agen imunomodulator alami.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Curcuma zedoaria, imunomodulator, IL-4, IgG, hipersensitivitas tipe lambat, tikus Wistar
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 06 May 2026 03:48
Last Modified: 06 May 2026 03:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55732

Actions (login required)

View Item
View Item