HUBUNGAN ANTARA PARAMETER ANTROPOMETRI DENGAN KADAR ADIPSIN SERUM PADA SUBJEK DEWASA NON DIABETES MELITUS (DM) = RELATIONSHIP BETWEEN ANTHROPOMETRIC PARAMETERS WITH SERUM ADIPSIN LEVELS IN ADULT SUBJECTS NON DIABETES MELITUS (DM)


TIOTOR, MERLIN OBERTINA (2026) HUBUNGAN ANTARA PARAMETER ANTROPOMETRI DENGAN KADAR ADIPSIN SERUM PADA SUBJEK DEWASA NON DIABETES MELITUS (DM) = RELATIONSHIP BETWEEN ANTHROPOMETRIC PARAMETERS WITH SERUM ADIPSIN LEVELS IN ADULT SUBJECTS NON DIABETES MELITUS (DM). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P062231016-0WnROH4AzKqGvCaV-20260311162603.jpeg

Download (223kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P062231016-1-2.pdf

Download (427kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P062231016-dp.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
P062231016-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK MERLIN OBERTINA TIOTOR. Hubungan antara parameter antropometri dengan kadar adipsin serum pada subjek dewasa non diabetes melitus (DM) (dibimbing oleh Yuyun Widaningsih dan Liong Boy Kurniawan) Latar Belakang: Antropometri dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan obesitas, yang menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, dan berbagai penyakit lainnya. Adipsin merupakan adipokin yang berperan dalam regulasi metabolisme energi dan mulai dikembangkan sebagai biomarker metabolik. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya dilakukan pada populasi dengan diabetes melitus, sehingga hubungan antara parameter antropometri dan kadar adipsin pada dewasa non diabetes melitus masih belum sepenuhnya dipahami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter antropometri dengan kadar adipsin pada subjek dewasa non diabetes melitus. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan sebanyak 46 orang subjek, terdiri dari 12 perempuan obesitas, 11 perempuan non obesitas, 12 laki-laki obesitas dan 11 laki-laki non obesitas. Pengukuran parameter antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, lingkar lengan atas, dan lingkar panggul menggunakan timbangan digital, microtoise, dan pita ukur sesuai standar antropometri. Pemeriksaan kadar adipsin serum dilakukan menggunakan metode ELISA. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro–Wilk, dan hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan korelasi antara kadar adipsin dengan tinggi badan (p= 0, 417 r= -0,123), lingkar pinggang (p= 0,754 r= 0,048), berat badan (p= 0,974 r=0,005), BMI (p= 0,513 r=0,099), lingkar panggul (p= 0,869 r=- 0,025) dan MUAC (p= 0,864 r=0,026). Kesimpulan: Parameter antropometri tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar adipsin serum pada subjek dewasa non diabetes melitus.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Antropometri, Obesitas, Adipsin, Diabetes Melitus
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 06 May 2026 01:24
Last Modified: 06 May 2026 01:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55718

Actions (login required)

View Item
View Item